Sukses

Pagi Hari Menerobos Belantara demi Melepasliarkan 8 Orangutan

Liputan6.com, Palangka Raya - Ada yang mencolok dalam pelepasliaran kembali delapan orangutan Kalimantan kali ini yang dilakukan oleh Pusat Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis, 14 Desember 2017.

Berbadan besar dengan bobot mencapai 113 kilogram, orangutan itu tampak sangat berbeda dibandingkan dengan tujuh primata sejenis lainnya. Sorot matanya tajam dan sangar, padahal usianya masih muda.

Jaki, demikian orangutan ini mempunyai nama merupakan orangutan yang yang paling besar badannya di antara yang lain. "Ibarat manusia, ia adalah anak remaja karena usianya saat ini 21 tahun," ucap Jamartin Sihite, pucuk eksekutif (CEO) Yayasan BOS di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, Jaki merupakan orangutan hasil sitaan dari warga di tahun 2000. Pada saat diambil usianya empat tahun dengan bobot 12 kilogram.

Setelah diselamatkan, sang orangutan langsung masuk pusat Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng selama hampir 17 tahun sebelum akhirnya dikembalikan ke habitatnya, hutan belantara pada akhir tahun ini.

Jamartin memaparkan, untuk pelepasliaran orangutan di akhir tahun ini, Yayasan BOS memberangkatkan tujuh jantan dan satu betina dengan rentang usia 16-26 tahun yang berasal dari Pusat Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng.

Para orangutan Kalimantan itu dikirim ke Hutan Lindung Bukit Batikan di Kabupaten Murung Raya.

Sejak pagi hari, para pengantar pun harus menerobos belantara demi melepasliarkan delapan ekor orangutan Kalimantan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

1 dari 3 halaman

Bantuan Helikopter

Untuk membawa delapan orangutan Kalimantan, Yayasan BOS mendapatkan bantuan helikopter dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kedelapan orangutan tersebut diberangkatkan dalam dua pemberangkatan selama dua hari. Setiap kelompok membawa empat orangutan.

Kelompok pertama berangkat pada Selasa, 12 Desember 2017. sedangkan kelompok kedua pada Rabu, 13 Desember 2017, dengan rute dari Nyaru Menteng menggunakan jalan darat hingga Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Setelah itu baru menggunakan helikopter langsung ke Hutan Lindung Bukit Batikap.

"Totalnya sejak tahun 2012 hingga sekarang kami sudah melepasliarkan 167 orangutan di Bukit Batikap," jelasnya.

Selain Jaki, tujuh orangutan yang dilepasliarkan itu adalah Fitun (23), Kasper (16), Sabun (16), Mas (21), Dani (22), Bento (26), dan Karen (18).

2 dari 3 halaman

Mengantar Santa, Orangutan Kalimantan Pulang ke Rimba

Sebelumnya, lima ekor orangutan kembali dilepasliarkan oleh Yayasan BOS bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Kutai Kartanegara ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur.

Pelepasliaran primata endemik Indonesia ini adalah yang 14 kali dilaksanakan sejak tahun 2012. Tambahan lima orangutan ini akan membuat jumlah populasi hewan bernama Latin Pongo pygmaeus yang dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen sejak tahun 2012, menjadi 80 ekor.

Dua jantan dan tiga betina orangutan, dengan satu pasangan induk-anak, akan berangkat dari Samboja Lestari langsung menuju ke Hutan Kehje Sewen dalam perjalanan darat yang memakan waktu kurang lebih 20 jam.

"Dengan berhenti setiap dua jam untuk memeriksa kondisi orangutan dan memberi mereka makanan serta minuman," ucap pucuk eksekutif (CEO) Yayasan BOS, Jamartin Sihite, Senin, 4 Desember 2017.

Jamartin menjelaskan, salah satu orangutan yang dilepasliarkan, Santa, akhirnya kembali pulang. Ia diselamatkan di Muara Wahau pada 2014 lalu, dan menunjukkan sifat liar saat itu. Namun, Santa masih terlalu muda untuk langsung dilepasliarkan ke habitat alami.

Kini, orangutan itu telah berusia enam tahun dan siap untuk dilepasliarkan. "Kami sangat senang bisa mengembalikan para orangutan ini, termasuk Santa, Sebelum Hari Natal," ujarnya.

Artikel Selanjutnya
Jasad Orangutan Kalimantan Tanpa Kepala Mengambang di Sungai
Artikel Selanjutnya
Siamangku Sayang, Siamang Kulepas