Sukses

Akhir Pencarian 2 Pendaki yang Hilang di Gunung Merapi

Liputan6.com, Boyolali - Dua pendaki yang dikabarkan hilang di puncak Gunung Merapi berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Kamis, 14 Desember 2017. Dua pendaki tersebut ditemukan dalam kondisi selamat.

"Survivor atas nama Muhammad Zada Lubab dan Sucipto telah berhasil ditemukan di Gunung Merapi," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Jawa Tengah, Bambang Sinungharjo, Kamis (14/12/2017).

Dia menjelaskan, pendaki Gunung Merapi yang pertama kali ditemukan adalah Muhammad Zada Lubab, sekitar pukul 06.49 WIB. Pendaki asal Celombo, Lopak, Tuntang, Kabupaten Semarang itu, ditemukan tim SAR melalui jalur pendakian Sapuangin yang masuk wilayah Klaten.

Zada Lubab ditemukan selamat, tapi dalam kondisi yang lemah. "Selanjutnya, Zada Lubab itu dievakusi turun melalui jalur Sapuangin," jelasnya.

Bambang mengungkapkan, selang beberapa jam kemudian, pendaki atas nama Sucipto juga berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sucipto berhasil ditemukan di daerah hulu Kali Woro, pada Kamis pagi tadi sekitar pukul 08.40 WIB.

"Syukur alhamdulillah dua pendaki yang hilang akhirnya ditemukan dengan selamat. Dua pendaki itu ditemukan terpisah," kata dia.

Sementara itu, Koordinator tim SAR Barameru Merapi, Samsuri mengatakan pendaki Gunung Merapi atas nama Sucipto telah berhasil dievakusi menuju basecamp Barameru di Selo hingga Kamis petang. Sedangkan Muhammad Zada Lubab belum sampai di Selo karena masih proses perjalanan dari Deles.

"Baru survivor Sucipto yang sudah tiba di posko. Kita masih menunggu kedatangan Muhammad Zada Lubab," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut:

 

1 dari 3 halaman

Terpisah dari Rombongan

Sebelumnya, dua pendaki bernama Sucipto dan Muhammad Zada Lubab dilaporkan hilang di Gunung Merapi. Keduanya dilaporkan hilang oleh rombongannya pada Selasa, 12 Desember 2017.

Anggota SAR Barameru Merapi, Bakat Setiawan, menjelaskan, keduanya terpisah dari rombongan saat sedang menuruni puncak. Celakanya, meski satu rombongan, Sucipto dan Lubab juga terpisah masing-masing.

"Yang pertama kali dilaporkan hilang itu Sucipto, lalu Lubab," ujar Bakat, Rabu, 13 Desember 2017.

Bakat menjelaskan, usai Sucipto terpisah dari rombongan, tak lama setelah itu Lubab izin berisitirahat. Ia tak bisa berjalan cepat karena jempol kakinya cedera.

"Lubab nyuruh rombongannya duluan. Ia minta ditunggu di Pasar Bubrah," Bakat melanjutkan.

Namun, empat jam lebih, Sucipto maupun Lubab tak kunjung sampai di Pasar Bubrah. Sementara kabut kian pekat. Rombongan yang berjumlah 12 itu memutuskan untuk turun.

"Mereka kemudian melapor ke tim SAR," terangnya.

Dua unit tim SAR diterjunkan untuk menyisir jalur pendakian yang berbeda. Mereka menyisir area Pasar Bubrah ke arah Stabelan dan menyisir Pasar Bubrah ke arah Sapuangin.

"Namun haslinya nihil," ujarnya.

Saat itu, pencarian diperluas dan melibatkan berbagai pihak. Di antaranya Basarnas Semarang, Basarnas DIY, BPBD Boyolali, Barameru Merapi, Alap-alap Merbabu, dan warga sekitar.

2 dari 3 halaman

1 Orang Bisa Mengirim SMS

Sebelumnya, sempat beredar kabar, pendaki hilang atas nama Sucipto bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Bakat membenarkan kabar itu.

"Iya betul Sucipto mengabari keluarganya. Tapi, posisinya kita belum tahu," Bakat mengonfirmasi.

Untuk itu, tim SAR meminta kepada Sucipto agar tidak berpindah lokasi. Sucipto juga dipesani agar fokus pada penghematan baterai ponsel agar bisa terlacak.

Sementara nasib Lubab, hingga kini belum diketahui. Tim SAR berfokus menyelamatakan Sucipto yang sudah mulai terlacak lokasinya. Keduanya mendaki sejak Senin, 11 Desember 2017.

"Jadi fokus pertama untuk mencari Sucipto dulu. Nanti setelah Sucipto ketemu, kita akan mencari Muhamad Lubab," jelasnya.

Artikel Selanjutnya
Luncurkan Awan Panas 1,5 Km, Status Gunung Semeru Masih Waspada
Artikel Selanjutnya
Jangan Ditiru, Turis Asal Rusia Nekat Naik ke Puncak Gunung Agung