Sukses

Hujan dan Angin Kencang Hantui Warga Jambi

Liputan6.com, Jambi - Melalui pesan elektronik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, mengeluarkan peringatan dini akan cuaca di wilayah tersebut selama beberapa hari ke depan. Hampir rata-rata daerah ini berpotensi diguyur hujan disertai angin dan petir dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Bencana banjir berpotensi terjadi, khususnya di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Batanghari. Sementara bencana longsor juga berpotensi di daerah-daerah tinggi. Longsor terjadi akibat peralihan musim, dari sebelumnya mengalami kemarau panjang, beralih ke musim hujan dengan intensitas tinggi.

"Intensitas hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi pada sore, malam dan dini hari. Hampir berpotensi terjadi di seluruh kabupaten/kota di Jambi," tulis BMKG dalam rilisnya, Senin, 20 November 2017.

Untuk itu, warga Jambi diimbau untuk lebih waspada akan potensi bencana akibat hujan disertai angin kencang tersebut.

Hujan lebat disertai angin kencang dan petir selama beberapa hari terakhir kerap terjadi hampir merata di seluruh wilayah di Jambi. Kondisi cukup parah terjadi pada Jumat, 17 November 2017 lalu. Belasan tiang listrik dan pohon bertumbangan disapu angin kencang dan hujan lebat.

Tiang listrik paling banyak tumbang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. PLN setempat mencatat sedikitnya ada delapan buah tiang listrik yang ambruk.

"Lokasinya menyebar di sejumlah kecamatan. Akibat tiang (listrik) tumbang ada pemadaman di empat kecamatan," ujar Kepala Rayon Ranting PLN Muarasabak, Kabupaten Tanjabtim, Sumardi.

Bahkan di Kabupaten Batanghari, seorang warga di daerah ini dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang saat hujan terjadi.

Korban meninggal dilaporkan adalah warga Desa Awin, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kabupaten Batanghari adalah daerah yang bersebelahan dengan Kabupaten Muarojambi.

Menurut salah seorang warga, korban meninggal bernama Masriati (40), seorang ibu rumah tangga. Sebelum kejadian, ia tengah tertidur di kamar rumahnya saat hujan dan angin kencang terjadi.

Tiba-tiba, sebuah pohon besar yang jaraknya sekitar 10 meter dari rumahnya tumbang dan menimpa dirinya hingga meninggal.

"Sementara suami dan anaknya selamat. Namun, mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit," ujar Anto, salah seorang warga Batanghari.

Puluhan rumah warga di Kota Jambi juga dikabarkan rusak-rusak akibat kejadian itu. Sebagian besar rumah rusak ada di bagian atap karena diterpa hujan lebat dan angin kencang.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

 

1 dari 2 halaman

Halaman Rumah Dinas Wali Kota Longsor

Terkini, akibat hujan lebat di Jambi, halaman rumah dinas Wali Kota Jambi mendadak "hilang" akibat longsor. Tiga unit mobil dikabarkan ikut terbawa longsor. Namun sudah berhasil dievakuasi.

Dari informasi warga, kejadian longsor di rumah dinas wali kota itu terjadi pada Senin dini hari, 20 November 2017 sekitar pukul 02.00 WIB. Sejak hari Minggu malam, 19 November 2017 hingga Senin dini hari Jambi memang diguyur hujan lebat.

"Saya lihat ke lokasi tadi pagi, ada dua mobil yang ikut ambles karena tanah retak dan longsor," ujar Andre, salah seorang warga Bagan Pete, Kota Jambi saat dihubungi, Senin malam, 20 November 2017.

Menurut Andre, lokasi yang retak dan longsor cukup luas yakni di bagian halaman. Longsor terjadi karena memang kompleks rumah dinas Wali Kota Jambi cukup tinggi dan bertebing di bagian ujung.

"Mobil yang ikut ambles pagi tadi saya lihat ditarik menggunakan alat berat," ucap Andre.

Beruntung, lokasi longsor hanya di bagian halaman parkir saja. Tidak merambah hingga bangunan rumah dinas. Sehingga tidak terjadi kerusakan lebih parah. Hanya saja, kata Andre, tiang listrik yang bediri di lokasi longsor hampir roboh dan tengah diperbaiki oleh petugas PLN.

Kejadian ini juga dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jambi, Ridwan. Menurut dia, awalnya ada tiga mobil yang diparkir ikut ambles karena longsor.

"Tadi pagi sudah dievakuasi menggunakan alat berat," ucap Ridwan.