Sukses

Menyongsong Fajar Pagi dari Sudut Masjid Walima Emas Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo - Masjid Walima Emas terletak di Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Butuh sekitar 30 menit dengan kendaraaan bermotor dari pusat kota untuk tiba di tempat ini. Selama perjalanan menuju tempat ini, Anda akan disuguhi pemandangan pesisir pantai laut selatan Gorontalo.

Setibanya di lokasi yang cukup jauh dari permukiman penduduk ini, sebuah masjid tampak berdiri kokoh di atas sebuah puncak bukit. Di bawahnya terhampar luas perairan Teluk Tomini.

Nuansa Islami begitu kental terasa saat tiba di tempat ini. Pada bagian samping kiri dan kanan tangga menuju masjid Walima Emas, terdapat balok semen yang bertuliskan nama bulan dalam kalender Islam. Sayup-sayup terdengar suara pengajian dari pengeras suara masjid membuat suasana semakin syahdu.

Masjid Walima Emas, Wisata Religi di Kabupaten Gorontalo. (Liputan6.com/Aldiansyah Mochammad Fachrurrozy)

Salah satu daya tarik masjid ini tentunya adalah bentuk kubahnya yang terinpirasi dari walima atau bentuk sesajian kue tradisional yang setiap tahunnya biasa disiapkan oleh warga Gorontalo pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Terdapat empat kubah kecil yang mengapit satu kubah utama berukuran lebih besar berwarna emas.

 

1 dari 2 halaman

Alasan di Balik Nama Walima

Masjid yang dibangun pada 2008 itu memiliki dua lantai. Lantai kedua biasanya menjadi tempat favorit karena dari sini pengunjung dapat melayangkan pandangan ke laut lepas.

Di bagian bawah masjid, pengunjung bisa menyaksikan deretan rumah dan perahu nelayan yang berbaris rapi di sepanjang pesisir pantai.

"Kubahnya bagus, selain itu dari masjid bisa lihat pemandangan laut lepas, secara tidak langsung kita bisa berwisata sambil mensyukuri ciptaan tuhan," ujar Febriska, salah satu pengunjung masjid.

Adnan Berahim, salah satu pengelola masjid, menuturkan walima merupakan budaya Islam dan spirit yang diambil dari perayaan Maulid Nabi yang dilaksanakan secara turun temurun di desa Bonggo.

Dibangunnya masjid Walima Emas di puncak bukit memang disengaja. Dalam bahasa Gorontalo. masjid berarti "tihi" adalah "wiwiwiwi" yang juga diartikan sebagai “menyendiri”.

"Tujuannya tempat ini memang sengaja untuk wisata religi bagi setiap yang datang," dia memungkasi.

Untuk dapat masuk ke tempat ini, pihak pengelola tidak memungut biaya masuk sepeser pun. Namun di depan tangga masjid, terdapat kotak amal yang disiapkan bagi pengunjung yang ingin bersedekah membantu perampungan pembangunan masjid.

Jadi, untuk yang ingin memiliki pengalaman wisata religius, masjid Walima Emas di Desa Bonggo mungkin bisa masuk dalam agenda kunjungan Anda.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Jemaah Salat Idul Adha di Halaman Gereja Katedral
Artikel Selanjutnya
Ingin Salat Idul Adha di Istiqlal? Ini Imbauan Pengurus Masjid