Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Dijebak, Gadis Belia Diperkosa Bergilir

Liputan6.com, Pekanbaru - Top 3 berita hari ini, gadis Belia yang masih berumur 14 tahun dijebak empat teman sepermainannya usai dicekoki minuman tradisional beralkohol.

Saat korban mulai mabuk berat, para pelaku malah membawanya ke kawasan kebun sawit dan diperkosa secara bergilir.

Bicara soal mie, ada yang unik dari mie yang satu ini. Selain warnanya yang tak seperti mie pada umumnya, namanya pun cukup nyentrik. Mie janda namanya.

Apakah karena penjualnya seorang janda? Tidak, Sang pemilik memberi nama unik tersebut karena mie berwarna ungu. Seiring banyak orang yang menyatakan warna janda lebih dikonotasikan dengan warna itu.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. 4 Remaja Perkosa Gadis Belia di Kebun Sawit

Ilustrasi Pemerkosaan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Ada empat pelaku yang masih berusia 17 tahun dilaporkan ke kepolisian setempat. Saat ini, keempat pelaku telah meringkuk di penjara.

Kasus pemerkosaan bermula ketika korban yang tinggal di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dijemput temannya yang berinisial TM pada Sabtu malam, 21 Oktober 2017.

Korban dibawa ke desa sebelah dan diajak ke warung tuak. Di sana, korban dicekoki minuman tradisional beralkohol itu, sehingga mabuk.

Selengkapnya...

2. Mie Janda yang Bikin Penasaran

Mie janda yang bikin penasaran (Franzeska Michelle / Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina)

Apakah ada kuliner mie yang bikin penasaran? Ternyata ada.

Pemilihan nama Mie Janda ternyata bukan karena pemiliknya sudah tidak bersuami alias janda. Istilah janda di sini perpaduan dari kata Jawa dan Sunda.

Dalam merintis bisnis Mie Janda ternyata diawali oleh sang pemilik karena kegemarannya menikmati mie instan yang malah berujung di rumah sakit.

Jenis mie di kedai ini sendiri memiliki dua varian, yaitu varian mie biasa berwarna kuning serta mie ungu yaitu varian mie yang telah melalui proses pewarnaan dengan buah bit.

Mie Janda Unyu Super hadir dengan warna ungu.

Selengkapnya...

3. Kisah Panglima Majapahit Sepupu Gajah Mada dan Makam Keramat 

Pesarean Makam Eyang Kudo Kardono, panglima perang era Kerajaan Majapahit, berlokasi di Jalan Cempaka 25, Surabaya, Jawa Timur. (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

Sri Poniati selaku juru kunci pesarean atau kompleks makam pun membenarkan bahwa Eyang Kudo Kardono adalah panglima perang di zaman Kerajaan Majapahit. Nama asli sang panglima adalah Raden Kudo Kardono. 

Menurut dia, Raden Kudo Kardono merupakan komandan perang kepercayaan Raja Jayanegara atau Kalagemet.

Penyebutan Panglima Perang Eyang Yudho Kardono sendiri menurut Mbah Poniati adalah sebutan masyarakat setempat sejak pesarean dipugar dahulu pada 1960-an.

Di area Pesarean Eyang Yudo Kardono juga terpampang foto Presiden ke-2 RI, Soeharto. Kala itu, Soeharto berkunjung sebelum menjabat sebagai presiden.

Selengkapnya...