Sukses

Rencana Besar Pemenuhan Listrik di Tanah Nusa Tenggara Timur

Liputan6.com, Kupang - Kebutuhan listrik menjadi keniscayaan bagi warga Nusa Tenggara Timur. Untuk itu, PT PLN Persero wilayah NTT berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di tiga wilayah di NTT dalam waktu dekat.

Dengan memanfaatkan energi baru terbarukan, proyek pembangunan PLTMG bakal menelan anggaran Rp 900 miliar. Ketiga kabupaten itu adalah di Desa Nifuneo, Kabupaten Kupang (40 MW), Sikka 40 MW, dan di Labuan Bajo (Manggarai Barat) berkapasitas 20 MW.

"Khusus PLTMG di Nifuneo, jangka waktu pelaksanaan pembangunannya selama 15 bulan dan diharapkan pada akhir tahun 2018 sudah dapat dimanfaatkan," ujar General Manager PT PLN Persero wilayah NTT, Kristiyanto, Jumat, 20 Oktober 2017.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTT, khususnya di seluruh daratan Timor, PLN akan membangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di lokasi Nifuneo dengan kapasitas 2 x 50 MW. Dengan begitu, total listrik yang akan diproduksi di Desa Nifuneo sebanyak 140 MW.

Rencana tersebut juga dilontarkan Menteri ESDM Ignasius Jonan seiring dengan target pemerintah untuk meningkatkan ratio elektrifikasi di Indonesia menjadi 93 persen pada 2019.

"PLN juga sementara melakukan pemilihan lokasi, lewat studi kelayakan untuk pembangunan tiga proyek kelistrikan yang segera diluncurkan dalam tahun ini, yaitu di Wetabula, Rote Ndao, dan di Kabupaten Lembata," kata Kristiyanto.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya, mengapresiasi upaya dan kerja keras PT PLN wilayah NTT dan jajarannya dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat NTT. Apalagi, efisiensi pembangunan kelistrikan di NTT beda jauh dengan di Pulau Jawa.

"Kalau di NTT, bangun 10 tiang listrik diperuntukan bagi satu rumah. Tapi di Pulau Jawa, bangun satu tiang listrik untuk 10 rumah. Ini perbedaannya," kata Frans.

Dengan rencana tersebut, ia mengajak para investor untuk berani berinvestasi di Nusa Tenggara Timur. Dengan begitu, masyarakat NTT juga bisa mendapat manfaat dengan ketersediaan listrik di daerahnya.

"Kita harus dorong orang berinvestasi di NTT dan ini mesti ada kerelaan dari kita semua untuk menerima mereka membangun NTT. Industri yang masuk harus kita apresiasi juga. Misalnya, rencana pembangunan PT Semen Indonesia," ucap Frans.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Tantangan Bangun Infrastruktur Kereta Api di Luar Jawa
Artikel Selanjutnya
Puluhan Tahun Menunggu, Warga Desa Wanagiri Kini Nikmati Listrik