Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: WNA Unggah Kondisi Kawah Gunung Agung

Liputan6.com, Karangasem - Top 3 berita hari ini, media sosial dihebohkan dengan aksi nekat seorang WNA bernama Karl Kaddour yang mengunggah video dirinya tengah berada di puncak kawah Gunung Agung yang siap meletus.

Entah apa yang dipikirkan Karl saat melakukannya. Apakah hanya sekedar mencari sensasi? Padahal larangan tegas untuk menjauhi zona bahaya erupsi Gunung Agung telah dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat.

Bicara soal harta karun, belum lama ini Badan Kelautan Kabupaten Natuna, Riau mengangkat sejumlah artefak kuno peninggalan kekaisaran China. Setelah diteliti, artefak tersebut berasal dari Dinasti Song-Yuan, yang se-zaman dengan masa Kerajaan Sriwijaya (988-1025) di Indonesia.

Sementara itu di Tegal, Jawa Tengah, seoang pria paruh baya tewas diserang seekor babi hutan usai buang hajat di sekitar rumahnya. Dikabarkan Tohari berbuat iseng dengan membangunkan babi itu yang sedang tidur siang dekat sungai.

Seperti pepatah bilang, jangan pernah membangunkan macan yang sedang tidur, jika tak ingin menanggung akibatnya. Hasil dari keisengannya itu, Tohari meninggal akibat luka parah di sekujur tubuhnya.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Warga Asing Unggah Video Kawah Gunung Agung, BNPB Meradang

Ada warga asing melalui akun Facebook, Karl Kaddouri, mengunggah video yang memperlihatkan kondisi kawah Gunung Agung. Video diunggah pada Jumat, 6 Oktober 2017. (Capture: Facebook/Karl Kaddouri)

Facebook Karl Kaddouri mengunggah video yang memperlihatkan kondisi kawah Gunung Agung. Video diunggah pada Jumat, 6 Oktober 2017, dan menjadi viral di medsos.

Hal ini membuat Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho berang. Menurut Sutopo, sangat berbahaya mendaki Gunung Agung yang berstatus Awas (Level IV), karena dapat tiba-tiba terjadi letusan.

"Sudah ada rekahan dan asap keluar dari kawah hingga ketinggian 50-100 meter dengan tekanan rendah," ujar Sutopo.

Sebelumnya, ada sejumlah warga setempat yang nekat ke kawah Gunung Agung, meski sudah dilarang. Mereka ingin mendoakan agar Gunung Agung tidak meletus.

Selengkapnya...

2. Harta Karun Kaisar China Era Sriwijaya Ada di Dasar Laut Natuna

Survei sekaligus pengangkatan sejumlah artefak kuno di situs Kelarik Dalam, perairan Karang Semapi, Natuna, berlangsung pada 6 hingga 12 September 2017. (Foto: Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Sejumlah artefak yang terdiri dari keramik dengan bahan dasar porselen berglasir hijau dan putih serta sejumlah koin China dari masa Kaisar Zhenzong (997-1022) berhasil diselamatkan dari dasar laut Natuna.

"Artefak tersebut pernah ada dari masa Dinasti Song-Yuan, yang satu zaman dengan masa Kerajaan Sriwijaya (988-1025) di Indonesia." ucap Kepala Pusat Riset Kelautan, Riyanto Basuki, dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis, 5 Oktober 2017.

Untuk memastikan semua artefak kuno yang diangkat tersebut bisa aman sampai ke tempat penyimpanan, tugas pengawasan diemban Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Kini lokasi ditemukannya harta karun dari China tersebut masuk dalam Sejarah Kemaritiman (Maritime Story Line) dan bisa dimanfaatkan sebagai wisata bahari.

Selengkapnya...

3. Jangan Coba-Coba Ganggu Tidur Siang Babi Hutan

Petani itu diserang babi hutan karea iseng menggoda babi hutan yang sedang tidur siang. Foto: (Fajar Eko Nugroho/Liputan6.com)

Nasib nahas menimpa seorang petani di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia tewas usai diserang seekor babi hutan di sebuah kebun, Kamis pagi, 5 Oktober 2017, sekitar pukul 06.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, Tohari melihat babi hutan itu usai buang hajat di sungai yang tak jauh dari rumahnya. 

Anak dan istri korban sempat memberi tahu agar Tohari tidak kembali ke sungai. Namun, Tohari membandel, dan malah mengganggu babi hutan yang tengah tidur itu.

Tohari sempat melawan. Karena ukuran babi lebih besar dan sifat liar babi yang membuncah, Tohari kalah. Tohari meninggal akibat luka parah di sekujur tubuhnya seperti bagian kaki, badan, tangan, dan kepala akibat terjangan moncong babi hutan seberat satu kuintal itu.

Selengkapnya...