Sukses

Klungkung Siap Bangun Sekolah Darurat Anak Pengungsi Gunung Agung

Liputan6.com, Klungkung - Bupati Klungkung, Bali, I Nyoman Suwirta, menjelaskan tentang nasib pendidikan anak-anak pengungsi dari wilayah zona merah Gunung Agung, yang berada di posko pengungsian Gelanggang Olahraga (GOR) Suwecapura, Klungkung. Untuk itu, ia akan mendirikan sekolah darurat di sekitar lokasi pengungsian.

"Anak-anak pengungsi korban bencana Gunung Agung, kita pasti perhatikan," ucap Suwirta, saat ditemui Liputan6.com, di pos pengungsian GOR Suwecapura, Klungkung, Minggu (24/9/2017).

Jumlah anak sekolah yang berada di pos pengungsian GOR Suwecapura pun sudah didata. "Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, kegiatan belajar mengajar akan berjalan," katanya.

Menurut Suwirta, dekat GOR Swecapura terdapat sekolah tingkat SMP. Sekolah tersebut bisa digunakan untuk proses belajar mengajar anak-anak pengungsi asal Kabupaten Karangasem.

"Khusus untuk anak TK, karena jumlahnya terlalu banyak, maka akan kita siapkan satu kelas khusus di SMP tersebut, jadi mereka tidak terlalu jauh pergi sekolah," tutur Suwirta.

Nantinya, bagi mereka yang harus pergi agak jauh ke sekolah dari GOR Swecapura, Suwirta sudah menyiapkan angkutan gratis untuk mereka. "Kebetulan kami di Kabupaten Klungkung, memang memiliki program angkutan gratis untuk pelajar," ujarnya.

Sementara bagi siswa SMA dan SMK yang sudah memiliki sepeda motor, Suwirta akan meminta mereka datang ke pos pengungsi untuk membonceng satu anak siswa agar pergi bersama-sama ke sekolah.

Untuk siswa SMA dan SMK, Pemerintah Kabupaten Klungkung akan menggunakan sistem brother school. Artinya, siswa SMK dan SMA yang punya sepeda motor akan membonceng satu siswa di pengungsian untuk mengajak ke sekolah.

"Ini memang sudah kita siapkan sedemikian rupa, sehingga tidak ada yang tidak sekolah," I Nyoman Suwirta memungkasi.

Data sementara, untuk TK sebanyak 6.366 siswa, SD sebanyak 1.081 siswa, SMP 549 siswa dan SMA 468 siswa.? Untuk jumlah pengungsi dari wilayah zona merah Gunung Agung di Kabupaten Klungkung, hingga hari ini pukul 15.30 Wita, ada sebanyak 13.468 jiwa.

Saksikan video pilihan berikut ini:

1 dari 2 halaman

100 Ribu Warga Bakal Diungsikan

Adapun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, sebelum status Gunung Agung dinaikkan menjadi Awas dan masih di status Siaga, radius zona merah masih ditetapkan sejauh enam kilometer. Cakupan wilayah itu terdapat 50 ribu warga yang harus diungsikan.

Namun, Kepala BNPB Willem Rampangilei menyebutkan, usai ditetapkan status Awas, kawasan zona merah diperluas menjadi 12 kilometer, sehingga terdapat 100 ribu jiwa yang harus dievakuasi.

"Sudah kita bicarakan siapa yang akan dievakuasi mulai dari masyarakat rentan yakni balita, orangtua, ibu hamil, dan lain-lain," kata Willem di Karangasem, Bali, Sabtu, 23 September 2017.

Willem menjelaskan, BNPB akan mendirikan posko nasional sebagai pendamping penanggulangan bencana Gunung Agung. Sementara, penanggung jawab keseluruhan tetap berada di tingkat Kabupaten Karangasem.

Menyinggung soal pemenuhan logistik pengungsi, Willem mengaku akan mengerahkan segala potensi dan sumber daya di tingkat nasional.

"Kita sudah koordinasi dengan bupati dan gubernur, ada dukungan dari provinsi dan pusat, dalam hal ini BNPB. Apabila diperlukan anggaran, kita bisa akses anggaran dana cadangan penanggulangan bencana," ujar dia.

Untuk dana cadangan dan persiapan logistik bagi pengungsi Gunung Agung, Willem memastikan tak ada masalah. "Saya sudah cek, kita pastikan sudah siap," kata dia.