Sukses

Upaya Evakuasi 4 Ibu Hamil dari Zona Bahaya Kawah Sileri

Liputan6.com, Banjarnegara - Seiring peningkatan status Kawah Sileri, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi Waspada (Level II), daerah radius bahaya juga meluas menjadi 1.000 meter. Sebagaimana kondisi darurat bencana, kelompok rentan menjadi pihak yang harus dievakuasi terlebih dahulu. Dan, ibu hamil termasuk di dalamnya.

Kali ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjarnegara dan Puskesmas 2 Batur berhasil mengevakuasi empat ibu hamil tua dari dusun yang masuk dalam zona berbahaya di Dusun Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur.

Keempat ibu hamil itu akhirnya mau dievakuasi, setelah melalui pendekatan intensif sejak Kawah Sileri ditetapkan waspada Kamis, pekan lalu. Tak hanya BPBD, bidan-bidan Puskesmas 2 Batur pun dikerahkan untuk membujuk agar ibu hamil itu mau dievakuasi.

Keempat ibu hamil itu, yakni Arfiah (31), Cici Farida (20), Siti Mukaromah (32), dan Misti (37), dievakuasi ke sebuah rumah singgah di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, yang berdekatan dengan Puskesmas 2 Batur. Mereka akan tinggal hingga masa persalinan yang diperkirakan antara 10-20 hari lagi.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ibu hamil dievakuasi ke tempat yang dekat dengan fasilitas kesehatan," kata Komandan TRC BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo, Senin malam, 18 September 2017.

Andri bersikukuh mengevakuasi kelompok rentan lantaran khawatir Dusun Bitingan terisolasi jika status Kawah Sileri meningkat. Pasalnya, satu-satunya akses jalan menuju Kecamatan Batur dan Kota Banjarnegara mesti melewati sisi jalan Kawah Sileri yang hanya berjarak 100 meter.

"Jika jalan itu ditutup karena bencana, penduduk akan kesulitan mengakses puskesmas atau fasilitas kesehatan lain jika bertepatan ada ibu hamil akan melahirkan," Andri berpendapat.

Adapun fasilitas kesehatan lainnya, menurut Andri, berada di jarak belasan kilometer di luar Kabupaten, yakni di Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang. Kondisi jalan ke Batang pun masih buruk.

"Sementara waktu, ibu hamil tinggal di rumah singgah sampai waktu melahirkan atau status Kawah Sileri normal," katanya.

Andri menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Banjarnegara untuk memenuhi asupan gizi ibu hamil selama berada di rumah singgah. Dia berharap, ibu hamil akan merasa lebih aman dan nyaman karena jauh dari zona bahaya.

"Agar kesehatannya juga bisa dipantau tiap hari karena dekat dengan fasilitas kesehatan," ujar Andri.

Saksikan video pilihan berikut ini: