Sukses

Perjuangan Evakuasi Pasien TBC dari Mappi Papua

Liputan6.com, Jayapura - Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi membantu proses evakuasi seorang pasien penderita tuberkulosis atau TBC dari Pelabuhan Distrik Obaa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepi di ibu kota Kabupaten Mappi, Papua. Proses evakuasi pasien yang bernama Gernama itu menggunakan speedboat.

"Kondisi pasien membutuhkan penanganan cepat karena pasien yang sangat menahan rasa sakit, sehingga Tim Ekspedisi NKRI Wilayah Mappi membantu evakuasi menggunakan speedboat dengan lama perjalanan satu jam," ucap Kepala Penerangan (Kapendam) Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf M Aidi, di Jayapura, Minggu (20/8/2017), dilansir Antara.

Berdasarkan keterangan Rianto, salah satu petugas Puskesmas Kampung Kotiak, Distrik Passue, pasien pengidap TBC tersebut dirujuk dari puskesmas karena keterbatasan fasilitas kesehatan dan kebutuhan obat-obatan.

"Evakuasi di Pelabuhan Distrik Obaa, dibantu oleh Tim Pengabdian Masyarakat dan Sosial Budaya Ekspedisi NKRI Subkorwil 2/Mappi yang bertepatan dengan giat pengambilan data sekunder jalur tansportasi air antardistrik," katanya.

Menurut Rianto, suasana pelabuhan yang sangat ramai dengan kegiatan penurunan barang-barang dari kapal yang berlabuh, menyebabkan aktivitas proses evakuasi tidak terlalu diperhatikan masyarakat sekitar.

"Tim Ekspedisi NKRI yang berada di sana bergerak dengan cepat untuk membantu menurunkan pasien dari speedboat dan langsung menghubungi pihak RSUD Kota Kepi agar segera mendatangkan ambulans ke pelabuhan," ujarnya.

Setelah ambulans tiba, anggota tim ekspedisi langsung membantu mengangkat pasien pengidap TBC itu ke dalam ambulans dan melanjutkan perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 15 menit menuju RSUD Mappi dari Pelabuhan Distrik Obaa.

"Menurut Abdul Rojak Harahap, salah satu peserta ekspedisi yang ikut membantu evakuasi pasien, mengaku kehadirannya bersama rekan-rekan di Mappi, salah satunya untuk membantu warga yang susah, seperti Ibu Gernama yang sedang sakit TBC," katanya.

Artikel Selanjutnya
27 Korban Keracunan Sate Kambing Masih Jalani Perawatan
Artikel Selanjutnya
27 Warga Sukabumi Korban Keracunan Satai Kambing Masih Dirawat