Sukses

Mengejar Matahari Terbit di Puncak Bukit Ilalang Pulau Diyonumo

Liputan6.com, Gorontalo Utara - Banyak destinasi wisata di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang belum diketahui, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Padahal, banyak gugusan pulau yang indah untuk dikunjungi dan berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan Gorontalo.

Pulau Diyonumo, salah satunya. Ini adalah pulau yang indah untuk dikunjungi para wisatawan, terutama saat pagi ataupun sore hari, menikmati momen indah matahari terbit atau tenggelam. 

Hanya berjarak kurang lebih lima kilometer dari bibir pantai Desa Deme Dua, Kecamatan Sumalat Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, pulau ini menyajikan keindahan alam seperti puncak bukit ilalang dan pantai putih yang begitu menawan.

Untuk menuju lokasi tersebut, para pengunjung bisa menggunakan perahu ketinting yang disewakan warga setempat. Dengan tarif Rp 20 ribu per orang untuk biaya pulang-pergi. Sementara, biaya masuk kawasan wisata ini, pengunjung belum dikenakan biaya.

Menurut Arlank Pakaya, salah satu pengelola pulau ini, pemerintah setempat masih menggratiskan biaya masuk. Sebab, belum ada peraturan daerah yang menerapkan tarif masuk kawasan wisata tersebut.

"Kami hanya meminta biaya perahu ketinting untuk para wisatawan, itu pun dengan tarif yang terjangkau, biar tempat ini ramai terus dikunjungi wisatawan," ucap Arlank kepada Liputan6.com, Minggu pagi, 30 Juli 2017.

Selain itu, imbuh dia, penduduk setempat juga banyak yang berjualan makanan di kawasan wisata yang menjadi sumber pendapatan mereka sehari-hari.

Seorang wisatawan asyik menikmati pemandangan Pulau Diyonumo, Kabupaten Gorontalo Utara. (Liputan6.com/Aldiyansyah Mohammad Fahrurozy)

Di pagi hari, para pengunjung dapat menikmati sunrise atau matahari terbit dari sebelah timur Pulau Diyonumo. Terlihat dari puncak bukit ilalang beberapa pulau ketika matahari mulai memancarkan cahayanya.

Tak jarang, momen ini dimanfaatkan para pencinta media sosial mengabadikan untuk dijadikan foto profil ataupun sekadar koleksi album foto mereka.

Setelah memuaskan mata dan menghirup udara segar dari atas puncak ilalang Pulau Diyonumo, pelancong bisa istirahat sejenak dan turun dari puncak bukit lewat jalur pendakian sebelah barat pulau.

Sepanjang jalan, telinga pelancong langsung dimanjakan suara kicauan burung yang menghuni tempat tersebut. Keringat bercucuran menuruni bukit ini akan terbayarkan dengan nyanyian alam dan embusan udara pagi.

Meydi, salah seorang wisatawan, rela menginap semalaman bersama sejumlah rekan, hanya untuk berburu sunrise di pagi hari.

"Mata kami termanjakan dengan melihat keindahan alam dan pemandangan laut yang begitu indah," ujar Meydi.

Ketakjuban serupa dilontarkan Ilyn, salah satu rekan Meydi. Menurut dia, alamnya yang begitu bersih, sehingga tidak ada sampah yang berserakan. "Membuat tempat ini pantas untuk dijadikan tempat liburan akhir pekan," katanya.

Seorang wisatawan asyik menikmati pemandangan Pulau Diyonumo, Kabupaten Gorontalo Utara. (Liputan6.com/Aldiyansyah Mohammad Fahrurozy)

Yang lebih mengagumkan, imbuh dia, masyarakat desa ini sangat menjaga kebersihan Pulau Diyonumo, Kabupaten Gorontalo Utara. "Mereka kerja bakti setiap minggunya untuk membersihkan sampah-sampah plastik yang berada di sekitar kawasan wisata," tutur Ilyn.

Rencananya, ia akan kembali mengajak sejumlah rekan menghabiskan liburan akhir pekan di sana. Sebab, ia belum banyak menikmati kawasan wisata Pulau Diyonumo, Gorontalo Utara.

"Saya masih penasaran dengan keindahan laut yang belum saya lihat langsung. Kebetulan saya hobi diving dan snorkeling, mau explore bawah laut Pulau Diyonumo," Ilyn memungkasi.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Pagi Menawan di Pantai Buan Liman
Artikel Selanjutnya
Siapa Mau Berburu Embun Es Pagi di Dieng Awal September?