Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Fakta Penting Ledakan Dahsyat di Kebumen

Liputan6.com, Kebumen - Top 3 berita hari ini, warga Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, digemparkan dengan ledakan dahsyat yang terjadi di sebuah rumah milik warga pada Sabtu malam, 22 Juli 2017.

Akibat keras dan kuatnya getaran yang ditimbulkan, puluhan rumah warga yang berjarak 500 meter dari titik ledakan rusak parah. Belakangan diketahui, pemicu ledakan tersebut berasal dari bahan mercon dan petasan jadi yang disimpan sang pemilik di rumahnya.

Sementara itu, warga Yogyakarta mulai membatasi kegiatan di luar ruangan. Sebagian mengakui kondisi ini disebabkan cuaca Yogya yang cenderung lebih dingin hingga menusuk tulang dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Kepala Kelompok Operasional Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono, cuaca dingin di Yogyakarta dipengaruhi angin Monsoon asal Australia yang bersifat dingin dan kering.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:   

1. Fakta Mengejutkan Ledakan Rumah Kosong di Kebumen

Getaran ledakan di rumah kosong milik warga Kebumen, Jawa Tengah, terasa hingga radius 500 meter dan 23 rumah terdampak. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) Polri masih menyelidiki ledakan di rumah kosong milik Eko Kurniawan (31), warga Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng).

Diduga kuat, bahan peledak cukup banyak, sehingga menyebabkan ledakan begitu dahsyat. Bahkan, getarannya terasa sampai 500 meter dari titik ledakan.

Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti, mengatakan akibat ledakan dahsyat itu sebanyak 23 rumah terdampak.

Titi menjelaskan, pada Minggu sore, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng juga sudah berada di lokasi untuk mengidentifikasi jenis ledakan dan bahan peledaknya.

Selengkapnya...

2. Warga Yogyakarta Kini Tak Bisa Tidur Malam Tanpa Jaket

Warga Yogyakarta diingatkan untuk membatasi kegiatan di luar ruang gara-gara hawa dingin menusuk tulang. (Liputan6.com/Yanuar H)

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa pekan terakhir dilanda hawa dingin. Hal itu dirasakan hampir seluruh warga Yogyakarta.

Feni Aryani, warga Jatimulya, Krisak, Kota Yogyakarta, mengaku sudah sepekan ini tidur menggunakan jaket. Biasanya, cuaca Yogya saat malam hangat cenderung panas, sehingga tanpa menggunakan selimut tipis saja sudah cukup.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Operasional Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono mengatakan hawa dingin yang dirasakan warga Yogyakarta karena beberapa faktor. Salah satunya dipengaruhi angin Monsoon dari Australia yang bersifat dingin dan kering.

"Suhu dingin saat ini bisa berkisar hingga 19-21 derajat Celsius. Siang hari bisa panas hingga 30-32 derajat Celsius," ujarnya.

Selengkapnya...

3. Aksi Sejoli Bercumbu di Benteng Kuno Makassar Terekam Kamera

Video sepasang kekasih sedang asyik bercumbu di benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo, Fort Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Makassar, menjadi viral di medsos. (Capture video: Istimewa/Liputan6.com/Fauzan)

Video sepasang kekasih sedang asyik bercumbu di benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo, Fort Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi viral di media sosial (medsos) sejak Sabtu, 22 Juli 2017.

Kapolsek Ujung Pandang, Komisaris Polisi (Kompol) Ananda Fauzi Harahap, membenarkan perihal video sepasang kekasih yang bercumbu di benteng peninggalan zaman penjajahan Belanda itu.

Namun, lanjut Ananda, pihaknya menemui sejumlah kendala. Di antaranya karena lokasi bercumbu sejoli itu tak terpantau CCTV di Fort Rotterdam atau Benteng Rotterdam.

"Susahnya, di Rotterdam hanya ada empat CCTV, dan di sudut lokasi mereka berciuman itu tidak terpantau CCTV," sebut Ananda.

Selengkapnya...

Saksikan video menarik di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Gempa 6,6 SR Guncang China, 12 Orang Tewas
Artikel Selanjutnya
Guncangan Selasa Malam Bangkitkan 'Horor' Gempa Dahsyat 2008