Sukses

Aksi Keren Pembuat Peta Wisata Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta - Nama Alex Pracaya tidak banyak dikenal oleh warga Yogyakarta, terutama yang berkaitan dengan wisata. Padahal apa yang dilakukan warga Blok Patuk Nomor 10 jalan KS Tubun Ngampilan, Yogyakarta ini berhubungan erat dengan wisata di Kota Gudeg.

Dia adalah orang yang membuat peta kota Yogyakarta. Peta ini biasanya digunakan sebagai panduan wisata di Yogyakarta hingga saat ini.

Alex mengatakan, peta yang dibuatnya waktu itu melalui proses yang cukup panjang. Ia berkeliling wilayah di kota Yogyakarta. Gang gang kecil bahkan ia lalui untuk mengetahui jalan yang akan digunakan sebagai peta, sehingga ia berhasil membuat peta pertama tahun 1996 lalu.

Menariknya, peta yang dibuatnya itu hingga saat ini masih digunakan untuk referensi peta kota Yogyakarta, terutama peta wisata.

"Waktu itu rajin memasuki gang-gang agar hasil karyanya presisi," ujar konsultan merek tersebut belum lama ini.

Alex mengatakan keinginan membuat peta waktu itu berasal dari temannya, Hario Bimo yang saat ini menjadi Wakil Gubernur DIY. Harry Bimo memberinya oleh-oleh peta wisata Filipina. Waktu itu ia terpesona dengan karya peta dari Filipina itu. Ia pun termotivasi untuk membuat peta kota Yogyakarta.

"Padahal itu drawing dan bagus. Lengkap juga, bahkan mungkin lebih komplit dari karya saya waktu itu. Makanya saya bikin untuk memotivasi yang lain," ujar Lulusan UNY tahun 1989.

Pria kelahiran 26 Mei 1963 itu berharap usai peta itu dibuat olehnya, warga lain yang punya kemampuan lebih untuk membuat peta baru. Pasalnya, waktu itu peta buatannya belum maksimal, sehingga ia berharap ada anak lokal dapat membuat karya yang lebih komplit.

"Peta Filipina itu drawing loh, digambar. Teknologi bikin orang semakin males. Padahal inginnya pada bikin yang baru dan lebih baik dari saya," ujarnya.

Alex menyebut peta buatannya bisa ditemukan di beberapa titik. Seperti di tempat wisata, mulai dari Taman Parkir Aba, Tugu Pal Putih, dan Museum Sonobudoyo adalah ciptaannya.

Namun tidak ada royalti yang diterima dari hasil kreasinya. Ia pun tidak mempermasalahkan kondisi ini. Bahkan, justru ia terpacu untuk membuat peta yang lebih baru dan lebih baik lagi.

"Tidak ada satu rupiah pun. Seperti mbah-mbah dulu bikin batik juga nggak mikirin itu. Rezeki dari lainnya," ujarnya.

Alex Pracaya membuat peta Yogyajarta tahun 1996, dan sampai sekarang masih jadi acuan wisata di Yogyakarta. (Liputan6.com/Yanuar H).

Alex mengatakan, peta yang dibuatnya waktu itu memang seperti yang saat ini tersebar. Salah satu penanda, bahwa peta yang tersebar itu adalah karyanya bisa dilihat di dalam peta. Memang tidak ada nama di bagian bawah peta. Namun ia mendesain rumahnya masuk dalam peta.

"Tandanya ada nama Alex di rumah saya di daerah Patuk. Liat aja daerah Patuk ada kotak kecil rumah Alex," ujarnya.

Alex membuat peta itu cukup lama. Ia tidak menjadikan aktivitas membuat peta itu sebagai pekerjaan, tapi sebagai kesenangan. Setidaknya, dibutuhkan waktu satu tahun peta itu akhirnya bisa dinikmati hingga saat ini. Sampai akhirnya peta itu pun menyebar luas.

"Itu saya bikin dan dicetak di Gejayan, terus menyebar waktu itu," katanya.

Alex mengatakan dalam waktu dekat, ia akan membuat peta baru yang dinamai peta malam Yogyakarta. Peta ini sebenarnya sudah dia buat lima tahun terakhir. Dalam peta ini, akan banyak ditemukan layanan publik di Yogyakarta.

"Dalam peta itu akan ada pom bensin, kuliner malam dan lain-lain, lebih komplit. Belum tahu kapan (selesai), semoga tahun ini," ujarnya.

Artikel Selanjutnya
Menikmati Alam di Prosesi Gowes Pesona Nusantara Kulon Progo
Artikel Selanjutnya
Jelajah Wisata 2017 Cara Lain Menikmati Lereng Merapi