Sukses

Jalur-Jalur Maut dan Angker di Pulau Jawa

Liputan6.com, Jakarta - Mudik bukan sekadar pulang kampung. Lebih dari itu, bagi banyak orang, mudik menjadi satu-satunya "jalan" untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman bersama orang-orang tercinta.

Karena itu, dengan berbagai cara orang harus mudik. Entah melalui jalur darat, laut, maupun udara. Bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus, kereta api, pesawat, atau kapal. Apa pun sarananya, mereka wajib tiba di kampung halaman saat Lebaran.

Meski begitu, bukan berarti pemudik mengabaikan keselamatan diri dan keluarga. Bagi mereka pulang kampung dengan kendaraan pribadi, wajib hukumnya melihat sejumlah aspek keselamatan dalam berkendara dan kondisi fisik tubuh.

Sebab, bahaya kecelakaan selalu mengintai jika persiapan mudik tak dilakukan dengan baik.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengimbau masyarakat agar melalui jalur yang biasa mereka lintasi saat mudik atau ikuti arahan petugas di perjalanan.

"Pengalaman tahun lalu memang, jangan mencari jalan yang baru atau mencari jalan sendiri. Tapi ikuti jalan-jalan yang sudah diatur oleh pemerintah, oleh kita," kata Royke di Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Royke mengatakan, warga tidak perlu ragu dengan jalur yang ditunjukkan petugas di lokasi. Tidak mungkin petugas menjerumuskan. Sejak awal pasti sudah diberi tanda atau arahan jalan terbaik, terutama di Pantura dan selatan.

Meski begitu, para pemudik juga harus mengetahui dengan saksama jalur yang dipilih. Sebab, ada banyak jalur, khususnya di Jawa yang terkenal rawan kecelakaan.

Sudah banyak korban jiwa dalam kecelakaan di jalur-jalur maut yang beberapa di antaranya juga terkenal angker dan menyeramkan tersebut.

Berikut informasi dari berbagai sumber mengenai jalur-jalur maut dan angker yang mesti menjadi catatan bagi pemudik untuk dipertimbangkan mau dilalui atau tidak.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

1 dari 3 halaman

Jawa Barat

Jalur Cadas Pangeran

Jalur ini ada di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jalur yang menghubungkan antara Bandung dan Sumedang memang sering dilintasi pengendara, terutama di musim mudik.

Kawasan jalur ini merupakan daerah perbukitan. Sudah tak terhitung longsor terjadi dan menimbun jalan di jalur ini.

Banyak kecelakaan yang memakan korban jiwa di sini. Saking banyaknya, jalur ini disebut salah satu jalur paling angker di Jawa Barat.

Banyak masyarakat setempat juga mempercayai adanya sosok hantu wanita cantik sebagai penunggu Jalur Cadas Pangeran. Sosok hantu itu kerap membuat pengendara, khususnya pengendara motor jatuh ke jurang.

Selain kecelakaan, Jalur Cadas Pangeran juga beberapa kali jadi lokasi pembunuhan sadis.

Tol Cipularang

Satu lagi jalur maut dan rawan kecelakaan di Jawa Barat: tol Cipularang. Tak terhitung kecelakaan sudah terjadi di sini. Beberapa di antaranya memakan korban jiwa.

Jalan tol yang menghubungkan Jakarta dan Bandung ini memang berbeda dari tol-tol lain. Jika tol lain terbentang lurus, beda dengan Cipularang. Banyak titik di tol ini yang berkelok dan menikung tajam.

Selain akibat pengalihan arus karena perbaikan pilar Jembatan Cisomang, beroperasinya kendaraan besar semakin menambah kemacetan.

Kelokan dan tikungan tajam itu dibuat untuk mengikuti kontur pegunungan di kanan kiri tol Cipularang. Di samping itu, daerah pegunungan di sini konon merupakan sarang makhluk-makhluk astral.

Tak mengherankan, setiap kecelakaan terjadi kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Banyak masyarakat percaya, makhluk-makhluk gaib itu menjadi penyebab kecelakaan di tol Cipularang. Bahkan ada yang menyebut korban jiwa akibat kecelakaan merupakan tumbal persembahan untuk makhluk gaib tersebut.

Ada beberapa titik yang dianggap sebagai titik paling rawan dan angker. Pengendara diharap berhati-hati di titik ini. Titik itu di antaranya Km 90 sampai dengan Km 100.

Kecelakaan yang menarik perhatian masyarakat beberapa tahun lalu menimpa pedangdut Saipul Jamil dan istrinya, Virgiana beserta keluarga. Mobil yang dikendarai Saipul saat itu oleng dan terbalik di antara Km 90 dan Km 100. Kecelakaan itu merenggut nyawa Virgiana.

Jalan Munjul

Kabupaten Garut, Jawa Barat, juga memiliki jalan yang terkenal karena rawan kecelakaan. Jalan Munjul namanya.

Sudah banyak kecelakaan terjadi di sini. Saking seringnya, rata-rata seminggu bisa tiga sampai empat kali terjadi kecelakaan di sini.

Tak cuma rawan, Jalan Munjul juga dipercaya banyak warga sekitar sebagai tempat angker dengan kediaman makhluk halus.

Sebagian masyarakat percaya, kecelakaan-kecelakaan itu erat kaitannya dengan mitos makhluk halus penunggu Jalan Munjul.

Jalur Tengkorak Pantura

Pantai Utara atau kerap disebut sebagai Pantura merupakan salah satu jalur utama setiap arus mudik. Sebab, Pantura merupakan penghubung tiga provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat-Jawa Tengah-Jawa Timur. Karena itu, wajar jika banyak yang menyebut Pantura adalah urat nadi Pulau Jawa.

Pemudik mulai terlihat di jalur pantura pada H-9 lebaran. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Di balik itu, Pantura tetap dianggap sebagai jalur yang rawan kecelakaan. Sudah banyak kecelakaan terjadi di jalur yang kerap dijuluki "jalur tengkorak" ini.

Sama seperti kebanyakan jalur lain yang rawan kecelakaan, jalur Pantura juga kerap dikaitkan dengan cerita mistis seperti makhluk halus sebagai penunggu jalan. Sebagian masyarakat sekitar juga meyakini, mahkluk halus, terutama arwah korban kecelakaan sebelumnya sebagai penyebab kecelakaan-kecelakaan kembali terjadi.

Tanjakan Emen

Kecelakaan di Tanjakan Emen sudah tak terhitung dengan jari. Hampir setiap kecelakaan di sini juga pasti memakan korban.

Banyak pengendara yang melintasi daerah angker mengalami kejadian aneh dan menakutkan. Misalnya saja tiba-tiba rem mendadak blong, kendaraan tiba-tiba mogok, mobil atau bus tiba-tiba tergelincir meski kondisi jalan tidak basah, serta sopir atau penumpang yang tiba-tiba kesurupan saat melintas di sini.

Selain karena jalur yang menanjak dan berbelok, jalur yang ada di Kabupaten Subang ini juga kerap disebut-sebut sebagai kawasan angker. Cerita-cerita mistis juga sering dihubungkan dengan setiap kecelakaan di sini.

Berdasar cerita turun menurun di sini, nama Emen diambil dari nama sopir kendaraan roda empat yang sering melintas di jalur ini. Emen juga disebut berani berkendara di tanjakan ini meski pada malam hari.

Hingga akhirnya Emen mengalami kecelakaan di tanjakan ini saat mengangkut ikan asin dari Ciroyom, Bandung ke Subang. Ia tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada 1964 tersebut. Kendaraannya terbakar akibat kecelakaan itu. Api turut membakar tubuh Emen hidup-hidup.

Sejak kejadian itu, tak sedikit warga meyakini arwah Emen gentayangan di sini. Arwah penasaran Emen kerap dianggap sebagai pengganggu pengendara yang melintasi di tanjakan ini.

2 dari 3 halaman

Jawa Tengah dan Jawa Timur

Hutan Blora

Kabupaten Blora merupakan salah satu wilayah yang menjadi "paru-paru" Jawa Tengah. Hal itu karena luasnya hutan jati yang dikelola oleh Perum Perhutani.

Namun, luasnya hutan itu ternyata menyimpan misteri tersendiri. Banyak kejadian misterius melingkupi Blora yang berhubungan dengan luasnya hutan yang ada. Kejadian paling kasat mata adalah banyaknya yang tersesat di berbagai titik hutan Blora itu.

Kondisi bus di jalan sempit hutan Blora, dianggap sebagai peristiwa mistis. (foto (Liputan6.com / FB / Edhie Prayitno Ige)

Tak cuma pengendara yang tidak sadar kalau mereka sudah tersesat di dalam hutan, tapi juga kecelakaan. Terakhir pada Minggu, 18 Juni 2017, perjalanan bus milik Perusahaan Otobus (PO) Garuda Mas yang mengangkut pemudik berakhir di bawah pohon jati berdiameter sekitar 1 meter di Hutan Cabak, Kabupaten Blora. Tepatnya di Km 26 Jalan Blora-Cepu.

Seorang penumpang tewas terjepit antara pintu bus sisi kiri dan pohon jati di kawasan hutan yang terkenal angker itu. Padahal, bus yang saat kejadian hanya berisi 10 penumpang dan awak bus itu tinggal 10 kilometer lagi tiba di tempat tujuan.

Jalan Brumbung

Jalan Brumbung, Demak, juga sama dengan jalan-jalan lain yang kerap terjadi kecelakaan maut. Kecelakaan-kecelakaan itu juga dihubungkan dengan cerita-cerita mistis oleh masyarakat sekitar.

Korban jiwa akibat kecelakaan-kecelakaan di sini juga dianggap sebagai tumbal makhluk halus.

Menurut kepercayaan banyak warga sekitar, ada kisah yang melegenda bahwa jin penunggu Jalan Brumbung suka dengan orang-orang yang suka pakai baju atau pakaian berwarna merah.

Alas Roban

Pernah dengar nama Alas Roban? Bagi pengendara yang sering melintas Jawa Tengah mungkin nama Alas Roban tak asing lagi.

Alas Roban terletak di jalur lingkar Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sudah sejak lama, jalur yang sering dilalui pengendara ini memakan korban jiwa akibat kecelakaan.

Jalan Alas Roban memiliki banyak tikungan tajam yang diapit pohon-pohon tinggi dan lebat. Sudah banyak cerita mistis warga setempat soal Alas Roban yang dianggap paling angker di Jawa Tengah tersebut.

Alas Roban | Via: google.com

Jalur ini memang tampak mencekam. Apalagi bila malam hari tiba. Kurangnya penerangan membuat banyak pengendara enggan melintas jika tak beriringan dengan kendaraan lain.

Soal kecelakaan, sudah banyak pula kecelakaan terjadi di Alas Roban yang kemudian disangkutpautkan dengan cerita-cerita mistis. Tentu kecelakaan itu juga memakan banyak korban jiwa yang sering dianggap masyarakat sekitar sebagai tumbal.

Jalan Raya Krumput

Nama Jalan Raya Krumput memang tak setenar Alas Roban atau Hutan Blora. Namun, jangan salah, jalan yang ada di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, ini juga punya riwayat kecelakaan maut. Misalnya pada 2013, kecelakaan bus menabrak mobil dan motor hingga kemudian masuk ke jurang. Kecelakaan itu menewaskan 15 pemudik.

Jalan ini juga dianggap angker. Masyarakat setempat meyakini, daerah Krumput dulu menjadi lokasi terbunuhnya ribuan tentara Jepang. Belum lagi cerita-cerita soal pengendara yang melintas jalan ini wajib meninggalkan sesaji jika ingin selamat.

Kini, seiring berjalannya waktu, sesaji itu diganti dengan uang koin. Koin wajib dilempar pengendara sebagai sesaji. Mereka percaya, bunyi koin menyentuh aspal akan mengalihkan perhatian para penunggu Krumput. Alhasil, para penunggu tidak jadi mengganggu para pengendara.

Jalur Gunung Kumitir

Ada yang bilang, pengendara yang melintas Jalur Gunung Kumitir harus bernyali besar. Sebab, jalur di pegunungan yang membelah Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur, itu dikenal angker. Belum lagi kontur jalan yang berkelok tajam dengan jurang di kanan-kiri jalan, membuat pengendara ekstra hati-hati dan fokus.

Kata angker disematkan warga sekitar karena pada zaman pemberantasan G30S/PKI, Gunung Kumitir menjadi salah satu tempat pembuangan anggota PKI yang dibunuh. Jenazah mereka dibuang dan tersebar di hampir seluruh sudut kawasan ini.

Tak cuma itu, dulunya kawasan ini juga terkenal dengan aksi perampokan disertai pembunuhan. Tentu hal tersebut membuat jalur ini menjadi kawasan yang perlu diwaspadai pengendara jika melintas.

Jalur Kampak Munjungan

Jalur Kampak Munjungan juga menjadi jalan yang terkenal ekstrem dan rawan kecelakaan.

Jalur yang berada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur itu punya banyak tikungan tajam yang tidak terlihat posisi belokannya.

Selain tikungan tajam dan berbahaya, jalur ini juga sempit. Alhasil, jalan ini hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua saja.

Bahkan, ada rambu jalan yang memperingati pengendara untuk menggunakan gigi satu saat melewati titik tanjakan awal Jalur Kampak Munjungan ini.

Kecepatan kendaraan memang harus diperhatikan pengendara di sini. Sebab, sudah banyak kendaraan yang terjun ke jurang di kawasan ini. Pengendara juga harus sering-sering membunyikan klakson sebagai tanda ketika hendak berbelok.


Artikel Selanjutnya
Pemudik Sepeda Motor Padati Pantura
Artikel Selanjutnya
Arus Balik, Lalu Lintas di Banyumas Macet