Sukses

Perjalanan Bus Pengangkut Pemudik Berakhir Tragis di Hutan Angker

Liputan6.com, Semarang - Maut siapa yang bisa memprediksi. Setelah dengan mulus menempuh perjalanan 626 kilometer dari Jakarta hingga Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, perjalanan bus milik Perusahaan Otobus (PO) Garuda Mas yang mengangkut pemudik berakhir di bawah pohon jati berdiameter sekitar 1 meter di Hutan Cabak, Kabupaten Blora. Tepatnya di Km 26 Jalan Blora-Cepu.

Seorang penumpang tewas terjepit antara pintu bus sisi kiri dan pohon jati di kawasan hutan yang terkenal angker itu. Padahal, bus yang saat kejadian hanya berisi 10 penumpang dan awak bus itu tinggal 10 kilometer lagi tiba di tempat tujuan.

Bus angkutan Lebaran 2017 jurusan Jakarta-Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu lalu menabrak pohon jati dan keluar jalur sepanjang 25 meter pada Minggu, 18 Juni 2017. Bus berpelat nomor kendaraan B 7050 WV saat itu dikemudikan Ahmad Rusidi (37), warga Desa Harjowinangun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Wakijan, seorang saksi mata, mengaku melihat bus mulai oleng saat di tikungan. "Saat saya dahului tikung sebelum tempat kecelakaan, laju bus tampak oleng lebih parah. Terus baru saja berhasil nyelip (mendahului), terdengar sudah brak. Setelah saya lihat bus menabrak pohon," kata pria yang berusaha menolong korban.

Ipda Zainul Arifin, Kanit Laka Lantas Polres Blora mengungkapkan, seorang penumpang tewas di tempat. "Yang luka ringan dengan mobil patroli di bawa ke puskesmas terdekat diobati," kata Zainul di sela memimpin olah TKP.

Penyebab kecelakaan, kata dia, diduga akibat pengemudi yang mengantuk. Dari keterangan saksi dan penumpang bus, pengemudi sempat mengaku mengantuk. Saat diminta penumpang untuk istirahat minum kopi guna menghilangkan kantuk, pengemudi menolak.

"Katanya nanggung karena bentar lagi sampai," kata Zainul menirukan saksi.

Wilayah tersebut dikenal warga rawan kecelakaan. Dengan kondisi jalur berliku, pengemudi cepat lelah dan mudah mengantuk. "Sebulan belakangan ini, sudah ada tiga kecelakaan. Semua angkutan umum dan semua terbalik," kata Bowo, warga Bloro.

Sriyono, penumpang bus nahas PO Garuda Mas, mengaku dia termasuk beruntung karena tidak luka terlalu parah. Pasalnya, benturan antara bus pengangkut pemudik dan pohon memang keras.

"Kita sudah ingatkan untuk istirahat, tapi dia nekat. Mungkin ingin cepet sampai,  biar bisa berangkat lagi," kata pria yang menjalani perawatan di puskesmas karena luka-luka.

Artikel Selanjutnya
Sopir Mengantuk, 3 Bus Jemaah Calon Haji Asal Brebes Celaka
Artikel Selanjutnya
Kecelakaan Motor Tabrak Bus hingga Hangus Terbakar