Sukses

Hujan Deras, Banjir Rob Genangi Garut

Liputan6.com, Garut - Hujan deras yang mengguyur kabupaten Garut, Jawa Barat sejak pukul 20.00 Senin malam 5 Juni 2017, menyebabkan sejumlah titik di kota itu terendam banjir sejak malam tadi.

Jalur Oto Iskandardinata (Otista), Kecamatan Tarogong Kaler yang merupakan pintu masuk ke kawasan perkotaan Kabupaten Garut dari sebelah barat Alun-alun Tarogong, genangan air setinggi 30 centimeter menyebabkan jalur tidak bisa dilalui kendaraan.

Jalur baru bisa dilalui sekitar Selasa (6/6/2017) pukul 02.00, meskipun luapan air masih menutup jalan dengan ketinggian sekitar 10 centimeter.

Jaja (57), salah seorang warga Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong, Kidul mengatakan, hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, besarnya debit air yang meluap, menyebabkan badan dan bahu jalan dalam waktu singkat terendam.

"Awalnya ada warga yang terjebak di dalam rumahnya, beruntung masih berhasil diselamatkan warga sekitar," ujar dia, Selasa dini hari (6/6/2017).

Besarnya debit air yang menutupi badan jalan, menyebabkan kendaraan roda dua dan empat pun tak bisa melintas. Bahkan sejumlah pedagang kelapa muda yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Otista di dekat Alun-alun Tarogong pun tak bisa menyelamatkan barang dagangannya.

Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan akhirnya, petugas kepolisian menutup jalan untuk sementara, sementara beberapa pengguna sepeda motor yang nekad melintas akhirnya terjatuh, beruntung tidak ikut terseret arus.

Hujan deras menyebabkan sejumlah titik di kota itu terendam banjir sejak malam tadi. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin).

Selain jalan Otista, kawasan lain yang mendapatkan dampak kiriman air cukup besar yakni Perumahan Pesona Intan, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler.

Sebuah benteng penahan arus air sungai Cioray yang berada tepat di samping perumahan jebol, akibatnya enam rumah rusak, empat motor terbawa arus serta satu mobil ikut terseret air hibgga 200 meter.

Anang, ketua RW 11 mengatakan, hujan deras yang terjadi secara mendadak menyebabkan arus sungai naik dengan tiba-tiba, penyempitan dan pendangkalan sungai menyebabkan debit air naik dengan intensitas cukup tinggi hingga menyebabkan benteng yang berada di sekitarnya jebol.

"Ini baru pertama banjir, airnya sangat deras sehingga benteng pun roboh, Selain empat motor tadi ada juga 1 mobil juga sempat terbawa sekitar 200 meter. Tapi masih bisa diselamatkan," kata Anang di lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan hingga pagi ini, selain kawasan Perumahan Pesona Intan, banjir juga menggenangi Perum Cijati Asri di Kecamatan Tarogong Kidul, Kampung STIE Yasa Anggana, pesantren Persatuan Islam (Persis) Rancabango pun ikut terendam.