Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Di Mana Polisi Penembak Anak Kandung?

Liputan6.com, Bengkulu - Top 3 Berita Hari Ini, keberadaan Aipda Bekti Sutikno, anggota Polres Bengkulu yang tak sengaja menembak anak kandungnya telah diketahui.

Sebelumnya, warga di Jalan Sumatra 5, Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Teluk, Bengkulu, dikejutkan dengan suara letusan yang berasal dari rumah Aipda Bekti Sutikno.

Setelah diusut, suara itu berasal dari pistol milik sang polisi yang bertugas di Mapolsek Ratu Agung. Rabu dini hari lalu, dia terusik oleh suara pintu kamar yang terbuka. Mengira itu maling, ia langsung melepaskan tembakan ke arah pintu dan berhasil melumpuhkan orang tersebut.

Namun tak disangka, bukannya maling, Aipda Bekti malah menemukan putranya yang telah bersimbah darah. Ia sempat melarikan sang putra ke rumah sakit, namun tak berhasil diselamatkan.

Sementara itu, puluhan orang menyuarakan aksi protes pada Keraton Yogyakarta terkait pergantian nama dan gelar Raja Yogyakarta.

Koordinator aksi mengakui aksi itu dilakukan untuk mengingatkan Sri Sultan HB X agar sadar dalam mengganti nama dan gelar yang dianggap tidak tepat.

Kabar menarik lainnya, seorang petani di Pekanbaru, Riau, selamat setelah diseret ke dasar sungai oleh seekor buaya.

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, Kamis (27/4/2017).

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Ke Mana Polisi Penembak Anak Kandungnya Pergi?

Keluarga BA (14) korban salah tembak di Bengkulu masih menunggu di luar ruang jenazah RSUD M Yunus. (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo Putro).

Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta memastikan bahwa pelaku salah tembak Aipda Bekti Sutikno tidak melarikan diri.

"Jika melarikan diri, tidak mungkin dia mengantar anaknya ke rumah sakit dan menyerahkan senjata," ucap Ardian di Bengkulu, Rabu, 26 April 2016.

Saat ini keberadaan Aipda Bekti sudah terdeteksi dan diketahui aparat. Namun, Ardian enggan membeberkan lokasi anggota kepolisian tersebut menenangkan diri.

Sebab, peristiwa yang terjadi merupakan kekhilafan dan tidak diketahui bahwa sasaran tembakan itu adalah anak kandungnya.

Selengkapnya...

2. Warga Kembali Protes Sabda Raja Yogyakarta

Sebanyak 50 orang beraksi Tapa Pepe menghadap Keraton Yogyakarta kembali memprotes Sabda Raja. (Liputan6.com/Yanuar H)

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali digoyang terkait pergantian nama dan gelar Raja Yogyakarta melalui Sabda Raja setelah hampir satu tahun berlalu.

Sejumlah elemen dari pejuang keistimewaan dan kelompok agama yang berjumlah 50 orang menyuarakan protes itu.

"Aksi Tapa Pepe ini bukan untuk melawan. Kami tidak punya pretensi untuk perlawanan," ujar Koordinator aksi Tapa Pepe, Abdul Muhaimin, Rabu sore, 26 April 2017.

Menjelang akhir aksi, para pejuang keistimewaan itu kembali menyuarakan sejumlah janji pribadi yang disampaikan Herjuno Darapito, nama kecil Raja Yogyakarta itu, sebelum bertakhta.

Selengkapnya...

3. Petani Meranti Selamat Usai Diseret Buaya Ganas ke Dasar Sungai

Ilustrasi Foto Buaya (iStockphoto)

Korban bernama Sudianto selamat setelah 'bertarung' dengan buaya meski paha kananya sudah berada di moncong sang pemangsa. Dia kini dirawat intensif di rumah sakit setempat.

Kejadian bermula ketika Sudianto masuk ke perairan antara Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Kabupaten Siak pada Rabu, 26 April 2017, sekitar pukul 09.00 WIB. Dia merakit tual sagu seperti biasa untuk diangkat ke darat.

"Korban melawan dan berhasil melepas gigitan buaya tadi. Dia pun berenang ke kapal motor penarik sagu tadi untuk menyelamatkan diri," kata mantan Kapolres Pelalawan itu.

Buaya tadi kembali mengejar korban dan mengigit pergelangan kakinya ketika naik ke kapal motor.

Selengkapnya...

Artikel Selanjutnya
Sadis, Polisi Tega Banting Ibu yang Gendong Bayi ke Jalan
Artikel Selanjutnya
Aksi Brutal Tersangka Sebelum Bunuh Keluarga di Cirebon