Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Dikira Maling, Ayah Dor Anak hingga Tewas

Liputan6.com, Bengkulu - Top 3 Berita Hari Ini, letusan senjata api di Jalan Sumatra 5, Kecamatan Teluk, Bengkulu mengejutkan warga. Usut punya usut, suara itu datang dari rumah seorang polisi.

Aipda Bekti Sutikno, tak pernah menyangka jika hari itu adalah pertemuan terakhirnya dengan sang buah hati. Mengira maling yang membuka pintu rumahnya pada dini hari tadi, Aipda Bekti langsung melepaskan tembakan ke arah pintu.

Setelah korbannya tewas, ia malah menemukan anak kandungnya telah bersimbah darah. 

Lalu, apa kabar dengan Siti Rokayah, seorang ibu yang digugat anak kandungnya sebesar Rp 1,8 miliar? Keluarga menggugat balik.

Asep, salah satu anak ibu Siti yang juga digugat mempertanyakan rumah ibunya yang dijadikan objek perkara.

Alasan kedua pihak keluarga Amih melayangkan gugatan intervensi adalah soal mendudukkan Amih sebagai tergugat.

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, Rabu (26/4/2017).  

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Dikira Maling, Anak Polisi Tak Sengaja Ditembak Ayahnya

Sang anak polisi itu tewas bersimbah darah. (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo Putro)

Peristiwa penembakan terjadi di Jalan Sumatra 5, Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Teluk, Bengkulu.

Suara itu ternyata berasal dari rumah Aipda Bekti Sutikno, anggota kepolisian yang bertugas di Mapolsek Ratu Agung.

Peristiwa penembakan itu berawal dari polisi itu mendengar suara pintu kamar terbuka. Pelaku dengan sigap langsung mengambil senjata dan melepaskan tembakan karena mengira yang membuka pintu adalah maling.

Saat dipastikan, yang ditembaknya ternyata adalah Bagas Alvravido (14), anak kandungnya.

Selengkapnya...

2. Aksi Keluarga Ibu Digugat Anak Rp 1,8 Miliar demi Rumah Warisan

Yopi Gilalo, kuasa hukum Yani dan Handoyo, yang menggugat ibu kandungnya senilai Rp 1,8 miliar. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Keluarga Siti Rokayah alias Amih (83), ibu yang digugat Rp 1,8 miliar oleh putri kandungnya, Yani Suryani, dan suaminya Handoyo Adianto, menjalani sidang gugatan balik.

Menurut Asep, keluarga melayangkan gugatan intervensi karena objek perkara berupa rumah Amih yang berada di Jalan Ciledug No. 196 Garut Kota tidak layak dijadikan objek perkara dalam gugatan yang dilayangkan adiknya itu.

"Rumah itu merupakan warisan bagi seluruh anak-anak Amih, bukan hanya saya dan dia (Yani Suryani). Jadi tidak layak," ujarnya.

"Istilahnya kalau dibayar Rp 1,8 miliar dibayar, maka rumah itu boleh diambil. Kalau tidak dibayar, maka rumah itu minta disita. Dari mana dasarnya?" ujar Asep salah satu tergugat.

Selengkapnya...

3. Cerita Pemuda yang Kehilangan Nyawa karena Ponsel Android

Android malware (ist.)

Sebagai pesaing utama iOS besutan Apple, Android memang digandrungi banyak produsen ponsel lain.

Dengan harga yang terjangkau dan jauh lebih murah ketimbang iPhone, ponsel Android digemari masyarakat.

Saking digemarinya, pemuda asal Bekasi, Jawa Barat tega membunuh temannya sendiri, gara-gara mengincar ponsel Android miliknya.

DS ngotot ingin memiliki ponsel Android karena diwajibkan perusahaan tempatnya bekerja guna menunjang kelancaran komunikasi.

Karena tak punya uang untuk membeli, ia menghabisi nyawa Johanuddin temannya yang punya Android. 

Selengkapnya...

Artikel Selanjutnya
VIDEO: Ini Telepon Terakhir Joya Sebelum Dibakar Massa
Artikel Selanjutnya
Kasus Pria Bekasi Dibakar Hidup-Hidup Bikin Dunia Prihatin