Sukses

Lahan Gambut Jadi Lokasi Bonn Challenge 30 Negara

Liputan6.com, Palembang - Sumatera Selatan (Sumsel) yang secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan Bonn Challenge Asia Pacific Regional Asia High Level Roundtable sudah mempersiapkan diri mendekati hari H. Acara internasional yang akan digelar pada 9-10 Mei 2017 mendatang akan diikuti oleh 30 negara besar di dunia.

Salah satu lokasi Bonn Challenge yang dipilih adalah di restorasi lahan gambut di Jalan Sepucuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. Sebanyak 81 delegasi dari 30 negara tersebut akan berkunjung dan menanam bibit tumbuhan di lahan ini.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Lingkungan Hidup (LHK) Sumsel Thabrani, ada ratusan bibit pohon yang akan ditanam para delegasi.

Tidak hanya menanam, para peserta Bonn Challenge juga akan bertanggung jawab memelihara bibit dan pengembangannya. Pihaknya menyiapkan 100 bibit pohon ramin dan jelutung yang memang cocok bertahan di lahan gambut di Kabupaten OKI tersebut.

"Bibit pohon tersebut akan di adopsi oleh setiap delegasi yang menanamnya," kata Thabrani kepada Liputan6.com, saat menemani para awak media berkunjung ke lokasi Bonn Challenge di Kabupaten OKI Sumsel, Rabu, 19 April 2017.

Para delegasi yang berasal dari negara besar di dunia itu harus memastikan keberlangsungan hidup bibit yang ditanamnya. Termasuk, penyiapan anggaran untuk pemeliharaan bibit menjadi pohon dan pengontrolan perkembangan pohon setiap bulannya.

Staf ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani mengungkapkan tahun ini peserta Bonn Challenge lebih banyak dari perhelatan sebelumnya di Panama.

Saat Bonn Challenge 2016, yang berpartisipasi hanya sebanyak 60 delegasi. Pada tahun ini, Sumsel bisa menarik perhatian 81 delegasi dengan total 250 orang peserta.

Pihaknya pun sedang mempersiapkan dengan matang kegiatan internasional ini. Seperti penyambutan, pelayanan dan fasilitas yang akan disediakan.

"Semua kebutuhan kegiatan Bonn Challenge sudah kita siapkan dengan maksimal. Tinggal menunggu hari H saja," kata Najib.

Sebelumnya, kegiatan tahunan ini direncanakan akan digelar pada 6-8 Febuari 2017 lalu. Gubernur Sumsel Alex Noerdin pun sudah merapatkannya dengan Menteri LHK Siti Nurbaya untuk persiapan kegiatan ini. Namun, akhirnya jadwalnya diundur sampai awal Mei 2017 mendatang.

 

Artikel Selanjutnya
Pakai Teknologi Tepat, Lahan Gambut Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
Artikel Selanjutnya
Wanita Cantik Asal Jepang Sambut Pagi dengan Peduli Alam Riau