Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Razia Berdarah Polres Lubuk Linggau

Liputan6.com, Palembang - Top 3 Berita Hari Ini, razia yang digelar oleh Polres Linggau, Kabupaten Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, berujung tragis.

Mobil Honda City yang ditumpangi satu keluarga berjumlah tujuh orang diberondong peluru saat melintas di pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 1. Akibat insiden tersebut, satu orang tewas, sedangkan enam lainnya menderita luka tembak.

Diduga, sang pemilik sedan takut diperiksa aparat Polres dan Polsek Lubuk Linggau. Segera sang pengemudi memacu mobilnya, namun nahas hampir menabrak salah satu polisi yang tengah mendekati sedannya.

Polisi lalu berupaya mengejar mobil tersebut sambil memberondongnya dengan tembakan hingga puluhan kali.

Kabar menarik lainnya, sebuah warung Tegal atau warteg di Jalan Bahureksa Nomor 5, Kota Bandung, Jawa Barat, punya konsep unik yang ditawarkan bagi pencinta kuliner.

Warteg selama ini selalu identik dengan interior yang sederhana dan panas. Namun, sentuhan tangan Faisal sang pemilik, mengubahnya dengan konsep lebih modern. Jadinya, warteg bergaya restoran.

Selain ruangan diberi pendingin, layanan nirkabel gratis pun disiapkan bagi para pengunjung.

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, Rabu (19/4/2017). 

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Razia Berdarah Polres Lubuk Linggau Tewaskan 1 Penumpang

Kapolda Sumsel berjanji menindak tegas polisi penembakan saat razia berdarah. (Liputan6.com/Nefri Inge).

Satu dari tujuh orang warga Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu kehilangan nyawa di dalam mobil Honda City setelah ditembaki polisi.

Peristiwa itu bermula saat rombongan dalam mobil tersebut melintasi pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 1, Kabupaten Lubuk Linggau, pada Selasa pagi, 18 April 2017, sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat berada di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Margamulya Lubuk Linggau, salah satu petugas langsung memberondong mobil berwarna hitam tersebut dengan sepuluh kali tembakan.

Penumpang yang terkena peluru tembakan polisi tersebut adalah Novianti (30), warga Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuk Linggau Timur I terkena tembakan di pundak kanan, Diki (30) yang bertugas sebagai sopir tertembak di bagian perut kiri dan Genta (2), anak Novianti, tertembak di kepala bagian samping kiri.

Selengkapnya...

2. Warteg Hipster, Warteg Gaya Restoran

-

Sebuah warung Tegal bernama Warteg Hipster yang berada di Jalan Bahureksa Nomor 5, Kota Bandung, Jawa Barat, menyuguhkan konsep unik dan kekinian dengan konsep restoran. Jadinya, warteg gaya restoran.

Keunikan dari Warteg Hipster ini bisa langsung terlihat dari luar. Logonya yang menyerupai logo restoran cepat saji ternama tapi dibalik.

"Kami anti-mainstream, mau beda dari yang lain, yakni tempat makan yang sehat, bersih, dan terjangkau dan didesain dengan tampilan yang menarik. Istilahnya kami ingin menampilkan unsur kekiniannya," kata pemilik Warteg Hispter Faisal di Bandung, Rabu (18/4/2017), dilansir Antara.

Faisal menuturkan Warteg Hipster didirikan pada Agutus tahun lalu dan telah memiliki omzet sekitar Rp 500 juta per bulan. Dia menyatakan bisnisnya mengutamakan donasi terlebih dahulu ketimbang profit.

Selengkapnya...

3. Sanksi Menanti Prajurit Penganiaya 3 Pemuda Apes Bila Terbukti

Tiga pemuda yang berniat menolong korban tabrak lari itu dalam kondisi penuh memar dan lebam. Rambut mereka acak-acakan. (Liputan6.com/Fauzan)

Anggota TNI yang diduga turut menganiaya tiga pemuda dengan tuduhan begal di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu dini hari, 16 April 2017, terancam diberi sanksi oleh Kodam XIV Hasanuddin.

"Kalau terbukti, kita harus melalui proses hukum dan setiap prajurit harus patuh dengan putusan hukum yang berlaku," ujar dia.

Sebelumnya, tiga pemuda mengalami nasib apes di Minggu dini hari lalu. Ketiga pemuda itu adalah Iksan Ansari (17), Sulaiman (19), dan Afdal (18). Menurut Kapolsek Tamalate Kompol Amrin, mereka mengaku melihat sebuah sedan menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Dr Sam Ratulangi.

Ketiga pemuda tersebut kemudian meminta sopir mobil sedan bertanggung jawab atas tabrak lari tersebut. Namun, si pengemudi yang tak terima malah berteriak dan menuding mereka sebagai begal.

Selengkapnya... 

Artikel Selanjutnya
Polisi Ringkus Pelajar yang Janjian Tawuran via Medsos