Sukses

Terjebak Macet dan Habis Bensin, Pembunuh Tertangkap Tak Sengaja

Liputan6.com, Riau - Niat Tantri Sutanto, pelaku pembunuhan terhadap Tursinah, kabur dari Kabupaten Indragiri Hulu, Riau terhenti di jalur lintas di Kabupaten Pelalawan. Dia mengalami sial setelah mobil hasil kejahatannya kehabisan bensin dan terjebak macet lalu tertangkap polisi.

Awalnya, petugas kepolisian yang berusaha mengurai kemacetan tidak curiga dengan mobil yang dikendarai mahasiswa berusia 22 tahun itu. Hanya saja setelah pelaku gelagapan dan membuang dompet korban yang dibawanya, petugas memeriksanya intensif.

Dari hasil pemeriksaan itu didapati informasi kalau Sutanto merupakan pelaku pembunuhan Tursinah yang membuang jenazahnya ke sungai.

"Kejadian (pembunuhannya) di Kabupaten Indragiri Hulu, tertangkapnya di Pelalawan ketika melarikan diri," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Rabu 19 April 2017.

Guntur menerangkan, kejadian pembunuhan itu berawal ketika Tursinah memberikan uang Rp 40 juta kepada Sutanto. Uang itu sebagai uang muka kredit mobil diberikan karena Tursinah sudah kenal baik dengan Sutanto. Diduga keduanya punya hubungan spesial.

Hanya saja, uang yang diberikan perempuan 40 tahun kepada Sutanto langsung habis dipakai bermain judi online dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhasil, ketika Tursinah meminta kembali uang Rp 40 juta itu, Sutanto tak dapat memenuhinya dan mencari alasan.

"Korban meminta uang kembali dan diajak pelaku ke sebuah bank. Pelaku menyebut uang dititipkan di sana, ternyata setelah dicek tidak ada," ujar Guntur.

Tursinah marah dan meminta Sutanto segera mengembalikannya. Dengan bujuk rayunya, Sutanto mengajak Tursinah supaya tidak pulang. Dia bahkan berjanji mencari uang dan langsung dibayar pada Senin 17 April 2017.

Keduanya kemudian berkeliling dengan mobil milik Tursinah. Ketika sampai di lokasi sepi, Sutanto langsung melakukan serangan terhadap Tursinah dan terjadi perkelahian dalam mobil. Sutanto mengalami luka akibat dicakar korban.

"Pelaku kemudian mengambil ikat pinggang dan melilitkannya kepada korban hingga tewas," kata Guntur.

Mengetahui Tursinah tewas, Sutanto mencari cara untuk membuang jasadnya. Sampai di Jembatan Talang Jarinjing, Kecamatan Pematang Rebah, Sutanto mengeluarkan jasad Tursinah dari mobil dan membuangnya ke sungai. Warga yang melintas menemukan jasadnya mengapung.

Dari situ, Sutanto berniat melarikan diri ke Kota Pekanbaru lewat Kabupaten Pelalawan dengan membawa mobil milik Tursinah. Perjalanannya terhenti di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Sei Kijang, karena terjebak macet.

"Ketika itu baru saja turun hujan, petugas berusaha mengurai kemacetan dengan melakukan sistem buka tutup jalan," kata Guntur.

Selain terjebak macet, mobil Suzuki Ertiga BM 1486 ZA yang dikendarainya itu juga kehabisan bensin. Saat itu, Sutanto meminta tolong kepada warga sekitar untuk membelikan bahan bakar dengan alasan tidak punya uang.

Teriakan itu didengar polisi lalu lintas yang lagi mengurai kemacetan. Ketika dihampiri polisi, Sutanto panik dan langsung membuang dompet. Dompet yang dibuang itu kemudian diambil polantas lalu diperiksa dan ternyata milik Tursinah. Dari situ juga diketahui mobil yang dikendari Sutanto juga milik Tursinah.

Pemeriksaan berlanjut kepada Sutanto yang gelagatnya makin mencurigakan. Hasilnya, Sutanto merupakan pelaku pembunuhan yang membuang jasad Tursinah ke sungai.

"Pelaku kemudian ditahan dan diserahkan ke Mapolres Indragiri Hulu untuk pengusutan lebih lanjut," kata Guntur.‎

Artikel Selanjutnya
Menolak Ditilang, Pria Ini Malah Rusak Motornya Sendiri
Artikel Selanjutnya
Kesal Motor Digadai, Pria di Semarang Bunuh Kekasihnya