Sukses

Karapan 'Kerbau Jepang' Sambut Musim Tanam Padi

Liputan6.com, Probolinggo - Petani di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mempunyai cara berbeda dalam menyambut musim tanam padi tahun ini. Mereka menggelar balap traktor tangan di area persawahan Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, yang disulap menjadi lintasan berlumpur.

Adu cepat alat pembajak sawah merupakan tradisi para petani Probolinggo menyambut musim tanam padi kedua sekaligus ajang silaturahmi antar-petani.

"Sebelum dengan hand tractor, tradisi ini menggunakan kerbau atau sapi yang biasa digunakan membajak sawah," ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, Hasyim Asy'ari kepada Liputan6.com, Senin siang, 17 April 2017.

Ada 120 petani dari 64 kelompok tani atau poktan se-Kabupaten Probolinggo turut andil dalam balapan traktor tangan ini. Setiap peserta harus menaklukkan lintasan berlumpur sepanjang 200 meter persegi.

Peserta dilepas masing-masing empat orang dengan sistem gugur, dan hanya juara pertama yang berhak melaju ke babak selanjutnya. "Tidak hanya kecepatan melahap lintasan, performa traktor selama balapan juga menjadi acuan panitia dalam menetapkan pemenang," kata dia.

Bagi pemenang lomba, selain uang tunai senilai total Rp 50 juta, juga disiapkan trofi penghargaan. "Rencananya, ajang serupa kembali akan digelar tahun depan mengingat tingginya antusiasme warga dan petani," tutur Hasyim.

Para petani Probolinggo menyambut musim tanam padi dengan balap traktor tangan. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Walau terbiasa membajak sawah, para peserta tak mudah memenangi balapan. Selain genangan lumpur yang lebih dalam dibanding sawah pada umumnya, sempitnya lintasan juga menjadi kendala yang menyulitkan perserta.

"Sulit mas, lumpurnya terlalu dalam. Jadinya traktor sulit kita diarahkan," sebut salah satu peserta, Sunari.

Uniknya, adu balap traktor tangan tersebut tak hanya diikuti para petani pria asal Probolinggo. Belasan ibu petani pun tak gentar adu cepat "kerbau Jepang" tersebut. Padahal, mereka tidak dibekali latihan sebelumnya, sehingga banyak peserta wanita yang lepas kendali saat berusaha menyalip peserta lain.

"Ya, tanpa latihan. Nekat aja mas, eh ternyata sulit," ujar Susanna, anggota poktan asal Kecamatan Pajarakan.

Artikel Selanjutnya
Atraksi Lokal Banyuwangi Manjakan Wisatawan Saat Libur Lebaran
Artikel Selanjutnya
Indahnya Toleransi dan Gema Takbir di Berbagai Daerah