Sukses

Jawaban Nenek Korban Selamat Pembunuhan Atas Tawaran Mensos

Liputan6.com, Medan - Niat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk mengasuh Kinara, si bungsu korban selamat pembunuhan satu keluarga yang terjadi sepekan lalu ditolak keluarga. Sang nenek, Murniati (58) mengatakan tidak akan memberikan bocah berusia 4 tahun itu diasuh orang lain.

"Kinara itu hanya diasuh oleh keluarga dekat atau dianggap sebagai famili, dan bukan pihak lain," ujar Murniati (58) nenek kandung Kinara, saat ditemui di Mabar, dilansir Antara, Minggu, 16 April 2017.

Murniati menyebutkan, Kinara yang merupakan anak ketiga pasangan Rianto (40) dan Yani (35) itu merupakan cucu kesayangan yang selamat dari pembunuhan sekeluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan, Rianto adalah anak yang ke-2 dari tiga bersaudara.

"Meskipun kedua orangtuanya telah tiada, Kinara harus dapat diasuh hingga tumbuh dewasa dan bisa menamatkan pendidikan di Perguruan Tinggi (PT)," ucapnya.

Ia menambahkan, Kinara adalah dambaan dan tidak akan bisa dipisahkan dari keluarga sehingga dia tidak diberikan untuk diasuh orang lain. Kinara, sambung Murniati, akandijadikan sebagai pengganti Rianto yang telah tiada.

Sampai saat ini, Murniati mengatakan belum bisa melupakan Rianto karena merupakan anak yang sangat baik, jujur, patuh dan selalu berbakti kepada kedua orangtuanya.

"Kami harus bisa menjadikan Kinara, putri bungsu Rianto, menjadi anak yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara," kata Murniati.

Kondisi Kinara perlahan-lahan membaik setelah menjalani operasi di bagian kepala, beberapa waktu lalu. Meski masih sering memanggil orangtuanya dalam tidur, Kinara dikabarkan mulai bisa tersenyum.

Selain menewaskan kedua orangtua Kinara, pembunuhan yang didalangi Andi Lala (34) itu juga menewaskan dua saudaranya, Syafa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11) serta neneknya Marni (60).

Polisi telah menangkap tiga tersangka pembunuhan dalam kasus itu, yakni Roni dan Andi Saputra (27). Roni bertugas sebagai eksekutor pembunuhan tiga anak Rianto, sementara Andi Saputra yang merupakan keponakan Andi Lala bertugas mengamankan situasi di teras rumah.

Pembunuhan itu diduga dilatarbelakangi dendam dan perampokan atas sebidang tanah warisan. "Kabarnya korban Rianto baru saja menjual sebidang tanah," kata Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto di Medan, Rabu, 12 April 2017.

Artikel Selanjutnya
Sandal Jepit Picu Cekcok Kakak dan Adik Berujung Maut
Artikel Selanjutnya
Jasad Nenek di Bogor Ternyata Korban Pembunuhan Pacar