Sukses

Jangan Dibuang, Kulit Jeruk Ternyata Bisa Jadi Power Bank

Liputan6.com, Surabaya - Kulit jeruk yang dianggap sampah oleh banyak orang, ternyata dianggap bernilai bagi para siswa SMP ini. Mereka bahkan menyulap kulit jeruk menjadi sumber energi listrik untuk power bank.

Adalah Najwa Aaliyah Thoati (16), Anik Khumairoh (17), dan Robiatul Aliyah (17) yang punya ide kreatif itu. Siswa SMP Darul Ulum Peterongan Jombang, Jawa Timur tersebut mampu mengubahnya menjadi bioenergi yang dinamai Green Power bank.

"Ide awalnya, bermula dari saya dan teman-teman melihat banyak sekali limbah kulit jeruk yang hanya terbuang sia-sia. Kemudian kita konsultasikan ke guru, dan guru kemudian membimbing kita untuk mewujudkan hal ini," ucap ketua kelompok tim, Najwa kepada Liputan6.com, Senin, 10 April 2017.

Green Power Bank sendiri merupakan salah satu finalis dalam lomba karya ilmiah Science Olympiad tingkat SMP se-Jawa Timur yang diadakan SMA Hidayatus Salam Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Najwa menuturkan, proses pembuatan Green Power Bank tersebut tidak begitu rumit, hanya saja dibutuhkan kesungguhan dalam mengerjakannya. Kulit jeruk yang dipakai merupakan jeruk jenis Mandarin yang berkulit tebal. Selain kulit jeruk, limbah tomat juga bisa digunakan sebagai bahan campuran.

Proses pembuatan Green Power Bank itu memerlukan peralatan, seperti blender untuk menghaluskan kulit jeruk, tomat dan tembaga untuk menyalurkan energi listrik dari kulit jeruk ke objek. Ada pula styrofoam serta kaleng sebagai wadah adonan kulit jeruk dan tomat yang telah dihaluskan.

"Setelah diblender, kulit jeruk tidak bisa langsung digunakan begitu saja. Perlu ditambahkan ragi, setelah itu didiamkan selama dua hari untuk difermentasi agar menghasilkan energi listrik," kata siswa kelas 8 SMP itu.

Dari hasil uji coba 83 gram limbah kulit jeruk, lanjut Najwa, mampu menghasilkan sekitar 1 volt listrik. Sehingga semakin banyak limbah kulit jeruk, maka akan semakin banyak energi listrik yang dihasilkan.

Guru pembimbing Najwa cs, Astri Faizah menuturkan, terobosan yang dibuat ketiga anak didiknya ini setidaknya bisa memperkecil penggunaan energi fosil yang sudah mulai menipis. Prototipe Green Power Bank ini ke depan akan terus disempurnakan agar bisa digunakan oleh banyak kalangan.

"Kami akan terus menyempurnakan prototipe ini, terutama dari segi ukuran dan ketahanan penggunaan," ujar Astri.

Artikel Selanjutnya
Semarang Kian Genit Sambut Pemudik dengan Terowongan Pelangi
Artikel Selanjutnya
Kembang Durian, Sajian Langka Bikin Adem Suasana Lebaran