Sukses

Badan Geologi Belum Temukan Sungai Bawah Tanah di Karts Rembang

Liputan6.com, Rembang - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menemukan aliran sungai dan gua bermata air di bawah karst (lapisan batuan gamping/kapur) Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Data penemuan itu diperoleh tim Badan Geologi usai menggelar dua kali penelitian pada 15-24 Februari 2017 dan 8-28 Maret 2017.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial, data sementara pada dua kali penelitian tersebut bukan sesuatu yang mutlak. Sebab, timnya akan menggelar penelitian lanjutan.

"Nah ini kan terkait sama arahan Bapak Wakil Menteri ESDM bahwa agar Badan Geologi melakukan penelitian lebih komprehensif lagi. Jadi kami sudah diberi waktu enam bulan (mendatang) dan tentunya kami akan mengirimkan tim yang lengkap," ucap Ego saat dikonfirmasi via telepon, Kamis 6 April 2017.

Dengan waktu enam bulan, menurut dia, Badan Geologi dapat mengerahkan tim yang lebih besar. "Kalau kemarin kan cuman sembilan hari, memang keterbatasan waktu kita. Dengan tim yang kita turunkan (nanti) kita bisa mendapatkan data-data yang lebih komprehensif."

Ego menjelaskan pula, penelitian di kawasan CAT Batu Putih Rembang, tentang keberadaan gua bawah tanah berisikan mata air, ternyata sudah kering. Namun, hasil penyisiran tersebut belum final dan masih mengumpulkan informasi dari mana pun untuk dilakukan penelitian lanjutan.

Sebelumnya, imbuh Ego, Badan Geologi Kementerian ESDM menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan aliran sungai dan gua bawah tanah.

"Nantinya kita akan melakukan penelitian secara geologi, geofisika, hidrologi dan hidrokimia, karena kemarin kita hanya memakai data sekunder saja," ujar Ego.

Badan Geologi Kementerian ESDM akan mengerahkan 12 peneliti. Sebelumnya hanya mengerahkan empat peneliti dalam dua kali penyisiran di karst Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Artikel Selanjutnya
Istana: Aktivitas Pabrik Semen Rembang Belum Dapat Dilakukan
Artikel Selanjutnya
Rekomendasi Badan Geologi untuk Longsor Ponorogo