Sukses

Main dengan Predator Berdarah Dingin di Kebun Binatang Surabaya

Liputan6.com, Surabaya - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menghadirkan hiburan One Stop Keeper Talk and Feeding Tim dalam momen libur Nasional Nyepi Tahun Baru Saka 1939. Acara itu merupakan kegiatan perawat satwa yang memberikan pakan kepada satwa serta menjelaskan tentang keseharian dan keunikan satwa tersebut.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Laily Widya Arishandi mengatakan, dalam One Stop Keeper Talk and Feeding Time kali ini menampilkan tiga predator berdarah dingin yang berada di akuarium, yaitu ikan arapaima, buaya muara dan buaya supit.

"Untuk pemberian makan satwa dilakukan oleh perawat satwa di tiga hewan yaitu ikan arapaima, buaya muara dan buaya supit. Sedangkan, keeper talk dilaksanakan di penyu hijau yang berusia sekitar 100 tahun," tutur Laily kepada Liputan6.com, Selasa, 28 Maret 2017.

Ia mengatakan ketiga satwa tersebut ditampilkan sebagai hiburan pengunjung guna menumbuhkan kecintaan terhadap satwa dan menambah pengetahuan tentang satwa. Apalagi, ketiga jenis predator itu merupakan satwa yang dilindungi.

"Dua ekor ikan arapaima yang dapat ditemukan di Sungai Amazon, Amerika Selatan diberi makan ikan mujair segar sebanyak 0,5 kg. Ikan bernama latin Arapaima gigas ini termasuk ikan air tawar terbesar di dunia. Panjang ikan dewasa bisa mencapai lebih dari 3 meter dengan berat kurang lebih 200 kg," tutur Laily.

Ikan arapaima disebut sebagai ikan aligator. Dalam rantai makanan, sambung dia, arapaima berada di puncak rantai makanan dan menjadi predator hewan lainnya. Selain mujari, dua ekor arapaima bernama Rambo dan Anjani itu juga diberi makan jantung sapi setiap dua kali seminggu.

"Mereka memakan hidangannya setiap dua hari sekali, kemudian berpuasa, karena sistem pencernaannya tidak bisa dicerna secara langsung," ucap Laily.

Selain itu, juga ada keeper talk dan feeding time buaya muara dan buaya supit. Buaya bernama latin Crocodylus proses adalah jenis buaya terbesar di dunia. Bobotnya bisa mencapai 200 kg.

"Dua ekor buaya muara bernama Fajar dan Jeni ini diberi pakan 6 kg daging ayam dan 2 kg daging sapi. Panjang tubuh buaya ini biasanya antara 2,5 sampai 3,3 meter, namun hewan dewasa bisa mencapai 12 meter," ujar Laily.

Di sisi lain, ia mengatakan KBS juga menyediakan hiburan keeper talk penyu hijau. Tiga penyu hijau itu bernama Seneng berusia 101 tahun, Ayem berusia 96 tahun dan Tentrem berusia 98 tahun.

"Jumlah keseluruhan penyu hijau ada 11 ekor. Tujuh ekor di kolam berbeda berusia sekitar 90 tahun," kata Laily.

Penyu hijau, sambung dia, merupakan satwa vegetarian. Penyu hijau sangat menyukai rumput laut, tetapi karena dia vegetarian, bisa diganti dengan sayur lainnya.

Dengan adanya berbagai hiburan yang ditawarkan di KBS, jumlah pengunjung dalam libur Nyepi tahun ini melonjak hingga 11.874 pengunjung dari tahun sebelumnya yang berkisar 7.133 pengunjung.

"Libur Nyepi tahun ini mengalami kenaikan 4.741 pengunjung dari tahun lalu. Jika ditotal dari hari Minggu sampai Selasa, pengunjung bisa mencapai 26.284 orang," ujar Laily.