Sukses

Dana Perawatan Jalan di Kalteng Hanya Cukup untuk Tutup Lubang

Liputan6.com, Palangkaraya - Pembangunan jalan Trans Kalimantan (jalan nasional) di Kalteng pada tahun ini jauh dari target yang direncanakan. Pangkal keterlambatan itu akibat dana pembangunan jalan yang dialokasikan pemerintah pusat melalui APBN sangat minim.

Pada 2017 ini, anggaran APBN untuk pemeliharaan jalan nasional di Kalteng  mencapai Rp 800 miliar. Sementara untuk jalan provinsi, APBD Kalteng hanya menganggarkan Rp 300 miliar.

Dinas PU Kalteng mencatat panjang ruas jalan nasional di Provinsi Kalteng sepanjang 2.002 km dan jalan provinsi sepanjang 1.100 km. Rata-rata dana perawatan per kilometer memerlukan Rp 3 miliar, sehingga kebutuhan anggaran untuk perawatan jalan nasional dan jalan provinsi di Kalteng itu membutuhkan anggaran Rp 3,5 - Rp 4 triliun per tahun.

Kepala Dinas PU Kalteng Leonard Samuel Ampung mengatakan tahun ini tidak ada pembangunan jalan, baik jalan nasional maupun jalan provinsi. Pihaknya hanya memberikan dana untuk relokasi, yaitu dana yang hanya untuk menutup lubang di jalan yang rusak dan bukan untuk perbaikan.

"Untuk pembangunan jalan layang (fileslab) di Bukit Rawi itu tidak disetujui dan hanya diberikan dana relokasi untuk menutup lubang di jalan itu saja padahal seharusnya jalan itu ditinggikan karena rentan putus jika banjir," ujar Leonard, Minggu, 26 Maret 2017.

Menurut Leonard, salah satu ruas jalan yang rusak parah berada di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan, Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisang. Pada jalan sepanjang 4 kilometer itu, sering terjadi banjir hingga menggenangi jalan.

Padahal, akses jalan itu menjadi penghubung utama Kota Palangkaraya dengan empat kabupaten di sepanjang aliran sungai, yakni Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya.

Leonard menyayangkan ketiadaan anggaran untuk jalan. Pasalnya, hampir semua ruas jalan dalam kondisi kritis, terutama di jalan nasional poros selatan yang menghubungkan Palangkaraya - Banjarmasin.

"Padahal, itu urat nadi distribusi antara Palangkaraya dan Banjarmasin sementara itu jalannya rusak. Diperkirakan pada akhir Bulan Maret belum ada tanda-tanda turun dananya," ujar dia.

Dengan keterbatasan angaran tersebut, perbaikan jalan hanya sebagian. Pihaknya kini menyusun daftar prioritas pembangunan. Berdasarkan data, sebanyak 87 persen jalan di Kalteng dalam kondisi mantap.

"Namun, jalan yang sudah kondisi mantap itupun lebarnya masih ada yang 4,5 m dan itu akan ditingkatkan menjadi 7 m dan itu memerlukan angaran yang tidak sedikit," ujar Leonard.

Artikel Selanjutnya
Dianggap Rusak Lingkungan, Proyek Jalur Puncak II Dibatalkan?
Artikel Selanjutnya
Jalan Ambles, 27 Ribu Warga Desa Adat Sijunjung Terisolir