Sukses

Cerita Warga Bulukumba Tanpa Istri Rawat Bayi Kembar

Liputan6.com, Bulukumba - Ridwan kini harus merawat bayi kembarnya seorang diri. Sang istri, Salma, meninggal dunia usai melahirkan bayi kembar laki-laki pada Rabu, 15 Maret 2017.

"Iya, istri saya meninggal setelah melahirkan kedua bayi kembar anak saya ini," ucap Ridwan, Minggu, 19 Maret 2017.

Pria yang tinggal di Dusun Ulu Galung, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, ini mengatakan sang istri mengalami kejang-kejang dan pendarahan sebelum melahirkan. Bahkan, istrinya itu harus menjalani bedah sesar karena mengandung bayi prematur.

"Sebelum meninggal istri saya mengalami pendarahan yang parah, dia juga sempat kejang-kejang entah apa penyebabnya," tutur Ridwan.

Bayi kembar yang baru dilahirkan itu tentu saja membutuhkan air susu ibu (ASI) ataupun asupan gizi. Selama beberapa hari terakhir, Ridwan pun harus bersusah payah untuk sekadar membeli susu kemasan pengganti ASI.

"Beruntung ada bantuan dari beberapa orang dermawan," ujar bapak yang juga mempunyai seorang bocah perempuan usia sekitar tiga tahun.

Lelaki warga Dusun Ulu Galung, Kecamatan Kindang, Bulukumba, Sulsel, bersama bocah balita harus merawat bayi kembarnya setelah kematian sang istri. (Liputan6.com/Fauzan)

Namun, salah satu bayi masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Daeng Raja, Bulukumba. Ridwan mengaku dirinya bekerja serabutan untuk bisa membayar ongkos rumah sakit dan membeli susu serta popok untuk bayi kembarnya.

"Saya berharap ada yang bantu, saya kewalahan untuk membayar semua ongkos rumah sakit, apalagi kehidupan saya serba tidak cukup," kata Ridwan. 

Artikel Selanjutnya
Ayah Tak Ber-KTP Mamuju, Bayi Tanpa Batok Kepala Dirawat di Rumah
Artikel Selanjutnya
Bantu Ringankan Beban Biaya Bayi Kembar Siam