Sukses

Syahdunya Pagi di Atas Jembatan Pelangi Hutan Mangrove

Liputan6.com, Polewali Mandar - Menikmati syahdunya pagi bagi anda yang tinggal di sekitar Polewali Mandar tak perlu jauh-jauh. Sebab, di kabupaten tersebut terdapat wisata baru yang jadi idola.

Destinasi wisata baru itu, yakni Jembatan Pelangi Hutan Mangrove. Letaknya berada di jalur trans Sulawesi, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kawasan ini awalnya dibangun sebagai kawasan hutan mangrove, namun kemudian jembatan yang berada di tengah hutan mangrove itu diwarnai dengan berbagai macam warna. Sehingga menarik warga untuk datang berkunjung.

"Iya jembatan ini bagus jadi spot foto, warna-warni," kata Marwiyah, salah seorang pengunjung, Sabtu 18 Maret 2017.

Perlahan jembatan pelangi ini pun ramai diperbincangkan karena banyak pengunjung yang meng-upload foto mereka ke sosial media, "saya tahu dari Facebook, ramai kalau hari libur," terang Marwiyah.

Jembatan pelangi ini berbentuk huruf T dengan Panjang sekitar 250 meter. Selain warnanya yang menarik, bagi pengunjung yang datang bersama pasangannya mereka bisa mengabadikan nama mereka di jembatan ini. Pengelola menyediakan sebuah plastik berbentuk hati berbagai macam warna, setiap pasangan dapat menuliskan nama mereka lalu meggantungnya di jembatan itu.

"Iya ada yang seperti itu, tadi kami bayar lima ribu rupiah untuk bisa tulis nama kami dan menggantungnya di kawat yang disediakan," kata pasangan Wawan dan Wahyuni.

Namun ada juga mereka yang tidak mempunya pasangan tetap mengabadikan nama mereka dengan cara yang unik, ada yang menulis nama mereka dengan menambahkan kata 'Jomblo', ada pula yang menulis 'I Love Mama'.

Sementara untuk pengunjung yang mempunyai hobby memancing, dapat pula disalurkan di jembatan pelangi ini. "Ada spot memancing disiapkan, jadi asyik rasanya," terang, Yasin salah seorang pemancing.

Sementara itu, Rahmat, pengelola kawasan wisata Jembatan Pelangi ini mengatakan bahwa setiap harinya destinasi wisata ini selalu ramai pengunjung, pengunjungnya pun dari berbagai daerah. "Iya ramai, ada yang dari Mamuju, (Kabupaten) Pinrang sampai Makassar juga ada," ungkapnya.

Ke depannya, kata Rahmat, pihak pengelola akan menata kawasan wisata ini agar lebih menarik perhatian wisatawan datang berkunjung. Pihak pengelola akan membangun bungalow agar pengunjung yang ingin menikmati suasana malam dapat menginap disini.

"Rencananya kita akan bangun bungalo agar pengunjung yang dari jauh bisa menginap," tukasnya.

Artikel Selanjutnya
Pagi Menawan di Pantai Buan Liman
Artikel Selanjutnya
Hutan Bandung Jadi Lautan Api di Tengah Malam