Sukses

Kaitan Bakar Ikan Bandeng dan Malam Jumat Keramat

Liputan6.com, Surabaya - Sebagian warga Indonesia, satu di antaranya di Jawa Timur mengutamakan hari Jumat. Bahkan, tak lepas dari mitos kepercayaan warga setempat dengan istilah malam Jumat atau Jumat keramat.

Ada yang menyebut malam Jumat Kliwon cenderung dengan hal-hal yang mistis. Ada pula yang percaya malam Jumat Legi adalah waktu ijabah untuk mengirim doa.

Purnomo, warga Kedung Tarukan VIII, Kelurahan Tambak Sari, Kota Surabaya, Jawa Timur, percaya adanya keutamaan malam Jumat Legi.

"Malam Jumat adalah malam yang paling utama. Harinya adalah hari yang paling utama dari semua hari dalam satu minggu," ucap pria yang akrab disapa Pak Buang oleh warga sekitar saat ditemui Liputan6.com, Jumat, 17 Maret 2017.

Ditanya mengapa memilih malam Jumat bakar ikan bandeng di depan tempat jaga (Pos Kamling) RT 09 RW III, Surabaya? Pria yang hobi memancing ini mengatakan sebagai bentuk wujud syukur.

"Ya semalam kami memang bakar bakar ikan bandeng, tak banyak hanya 10 ekor, saja. Satu yang beratnya sekitar tiga kilogram," tutur Purnomo.

Menurut dia, warga sekitar ini hanya sekadar mewujudkan ucapan terima kasih kepada Allah Swt, meskipun hanya dengan membakar ikan bandeng. "Tapi ada doa dan harapan di masing-masing pribadi warga."

Kakek tiga cucu ini mengatakan pula, warga setempat berharap lingkungan tempat tinggal mereka tetap terjaga dari ancaman marabahaya dan tetap diberi keamanan oleh Allah Swt.

Ia menceritakan, mitos malam Jumat Legi dan malam Jumat Kliwon tak bisa dilepaskan dalam kehidupan di Tanah Jawa. "Bedanya terkadang sering disalahartikan, orang menganggap malam Jumat Kliwon itu horor, padahal ya tidak."

Sebenarnya horor atau tidak horor, menurut dia, tergantung setiap individu menyambut dan menyikapinya.

"Karena malam ini kan jatuh pada penanggalan Jawa, malam Jumat Legi. Kepercayaan malam Jumat Legi itu adalah waktu yang tepat memohon doa yang baik," ujar Purnomo.

Malam Jumat Kliwon juga ada yang menganggap tak lepas adalah malam yang disakralkan, sebaliknya juga malam Jumat Legi.

"Ada memang sebagian orang yang masih berpegang teguh kepada adat istiadat dan keyakinan-keyakinan yang sudah mendarah daging, percaya kekuatan mistis malam Jumat Legi dan Kliwon," kata pria asal Surabaya ini.

Namun, imbuh dia, penyambutan malam Jumat Legi yang terjadi dalam masyarakat saat ini adalah ragam tradisi dan keyakinan mengakar kuat. Yakni, menempatkan hari Jumat pada tingkat kemuliaan yang bersifat mistis.

"Semua itu tidak terlepas dari akar budaya Hindu yang masih melekat pada sebagian masyarakat kita," kata Pak Buang.

Adapun bakar ikan bandeng saat malam Jumat yang diadakan warga Kedung Tarukan dan Kedung Sroko, Surabaya ini digelar atas swadaya sendiri. Sebagian warga juga hadir sekaligus mengisi waktu luang ronda malam dan jaga pos keamanan lingkungan.

Artikel Selanjutnya
Cara Pecalang di Banten Jaga Perayaan Hari Raya Nyepi
Artikel Selanjutnya
Cerita Bocah Boyolali Bangun Pagi demi Subuh Berjemaah