Sukses

Tanda-Tanda Korban Mutilasi dalam 2 Karung Goni

Liputan6.com, Tapanuli Selatan - Kepolisian Sektor Batang Toru merilis ciri-ciri mayat korban mutilasi yang ditemukan warga di dalam karung goni di Desa Aek Sobahan, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Kapolsek Batang Toru AKP Asmon Bufitra mengatakan korban memiliki tinggi sekitar 168 meter. Gigi depan bagian atas berbentuk segitiga dan wajah korban berbentuk lonjong, sedangkan rambutnya ikal.

"Kalau usia, ditaksir sekitar 30 tahun. Kulitnya sawo matang," kata Asmon, Kamis, 16 Maret 2017.

Tidak hanya merilis ciri-ciri fisik korban, pihak Polsek Batang Toru juga menyebar sketsa wajah korban di warung-warung yang berada di wilayah hukum mereka. Hal itu dilakukan untuk mengungkap identitas korban mutilasi tersebut.

"Hingga kini, belum ada laporan. Dugaan sementara, korban bukan warga sini," ujar Kapolsek.

Asmon menyebut penyelidikan motif pembunuhan baru bisa dilakukan setelah ada keluarga atau orang yang mengenali identitas korban pembunuhan yang tergolong sadis itu.

"Kita cari identitasnya dulu, selanjutnya kita selidiki siapa pelakunya," ucap dia.

Sebelumnya, warga Desa Aek Sobahan, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, heboh akibat penemuan mayat di dalam karung goni berwarna putih. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diduga menjadi korban mutilasi.

Kapolsek Batangtoru AKP Asmon Bufitra mengatakan, penemuan mayat berawal dari kecurigaan warga. Saat melintasi kawasan tersebut, warga melihat ada dua bungkusan goni tepat di tepi jalan pada Rabu siang, sekitar pukul 13.00 WIB.

"Warga kemudian melapor ke kita. Kemudian, saya dan tim langsung turun ke lokasi. Saat kami buka, ditemukan sepasang kaki, badan beserta kepala. Ada tiga potongan," kata Asmon, Rabu, 15 Maret 2017.

Kapolsek menuturkan, pihaknya tidak menemukan identitas dari korban. Saat ditemukan, jasad laki-laki tersebut hanya mengenakan celana dalam.

"Tidak ada ditemukan identitas, karena hanya pakai celana dalam," kata dia.  

Selain ditemukan dalam kondisi terpotong, ucap Asmon, di tubuh korban juga ditemukan 12 luka tusukan benda tajam. Pihaknya menduga korban sempat melawan sebelum dibunuh.

"Itu dugaan kita, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Lehernya juga ada luka bekas digorok," kata perwira berpangkat tiga balok emas itu.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian kemudian membawa jenazah korban mutilasi itu ke RSU Padang Sidempuan, Jalan Dr. F.L. Tobing, Padangsidimpuan Utara, Kota Padang Sidempuan.

Artikel Selanjutnya
Jasad Perempuan Ditemukan Mengambang di Danau Toba
Artikel Selanjutnya
Kisah Tragis Istri Kades di Hutan Jati Mojokerto