Sukses

Bocah Perempuan Kesayangan Hantu Jadi Tema Film Horor Sei Ladi

Liputan6.com, Batam - Sosok bocah perempuan usia tujuh tahun yang hilang saat kecelakaan di Sei Ladi atau telaga berhantu di Batam, Kepulauan Riau, sehingga ibunya harus merelakan kehilangan anaknya adalah klimaks alur cerita film horor bertajuk Hantu Sei Ladi.

Alur cerita film digali dari narasumber yang langsung menyaksikan kisah nyata itu. "Film Sei Ladi diangkat dari kisah nyata, dari masyarakat Batam," ucap Ibonk Hermawan di Kantor Rumah Produksi Tiban, Sekupang, Batam, Rabu, 15 Maret 2017.

Ibonk membeberkan, kisah berawal saat Viola seorang anak autis (diperankan Keysha Tirta Sandi) menjadi salah satu korban kecelakaan lalu lintas bersama keluarganya. Dalam kecelakaan itu, tubuh Viola terlempar ke telaga yang terletak di tengah Pulau Batam.

Pihak kepolisian bersama tim SAR mencari, namun jasad sang bocah tak ditemukan dan hilang secara misterius.

Menurut paranormal, Viola mempunyai kelebihan melihat makhluk halus, sehingga dijadikan bagian dari penghuni alam gaib di Sei Ladi. Hanya saja, ibu kandungnya tak rela kehilangan anak kesayangannya tersebut.

Ketidakrelaaan sang orangtua inilah, imbuh Ibonk, membuat arwah Viola penasaran. Arwah sang bocah kemudian mendatangi rumah orangtuanya disertai seorang nenek berambut Panjang.

Kedatangan Viola ke rumahnya didampingi nenek berambut panjang kerap terlihat oleh adiknya, Zhakira (5).

Cerita arwah penasaran penghuni Sei Ladi atau telaga berhantu di Batam, Kepri, diangkat ke layar lebar. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

"Kerinduan ibunya merupakan perantara kontak batin yang membuat Viola selalu ada menampakkan diri di rumahnya," ujar sang sutradara.

Menurut paranormal, Viola belum betah di dunia barunya. Namun, seiring berjalan waktu, sang ibunda akhirnya merelakan kepergian Viola. Semenjak itulah, arwah Viola tak menampakkan diri lagi di rumahnya.

Sementara itu, Nasrulloh (43) mengaku sejak tahun 1990 tinggal di Sei Ladi atau telaga berhantu. Tugasnya adalah menjaga waduk sebagai operator air.

"Suara-suara aneh atau penampakan makhluk halus di sini sudah biasa. Namanya juga di hutan, mas," ujar dia kepada Liputan6.com, Kamis (16/3/2017).

Lokasi syuting film horor bertajuk Hantu Sei Ladi. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Nasrullah menuturkan, ada beberapa jenis makhluk halus yang menyerupai nenek berambut hingga sepanjang jembatan. Ada pula kakek berjanggut yang panjangnya hingga tanah. Selain itu, ada penampakan bocah perempuan sedang bermain. Termasuk, penampakan kuntilanak dan genderuwo.

"Itu dulu, tapi sekarang sudah terang, sudah banyak lampu, sehingga tak perlu ditakutkan lagi," sebut dia.

Selain angker dan rawan kecelakaan, imbuh Nasrullah, kejahatan kerap terjadi di Sei Ladi atau telaga berhantu. Mulai dari lokasi pembuangan jenazah korban pembunuhan, perampokan hingga pemerkosaan.

Artikel Selanjutnya
Miller Khan Senang Main Film yang Diangkat dari Kisah Nyata
Artikel Selanjutnya
Fania Nada Penasaran Ingin Nonton Warkop DKI Reborn Part 2