Sukses

Limbah Jadi Berkah ala Pelajar SMP di Brebes

Liputan6.com, Brebes - SMP Negeri 3 Larangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah tahun ini mewakili Kabupaten Brebes sebagai sekolah Adiwiyata. Sekolah ini dianggap telah melakukan inovasi dan kreativitas dalam pemberdayaan dan ramah lingkungan.

"Sehingga dipandang layak untuk mewakili Kabupaten Brebes dalam lomba Adiwiyata atau sekolah ramah lingkungan," ucap Kepala SMP N 3 Larangan Endaryadi, Senin, 13 Maret 2017.

Berbagai langkah telah ditempuh Endaryadi untuk memberi pembelajaran peserta didiknya tentang sekolah ramah lingkungan. Diantaranya, mengajak siswa memanfaatkan barang-barang bekas atau limbah menjadi media tanaman dan barang kerajinan lainnya.

"Para siswa membuat lubang biopori, penanaman pohon oleh 1019 siswa dan membuat kerajinan dari barang bekas limbah rumah tangga," kata Endaryadi.

Selain itu, lanjutnya, para siswa juga membuat kolam lele dan belut.

"Lima kilogram Lele sudah kami tebar, dalam empat bulan ke depan bisa kita panen," kata Endar.

Tim Adiwiyati Provinsi Jawa Tengah, kata Endaryadi, akan melakukan penilaian antara 13-31 Maret.

Menurut Endar, sekolahnya kini telah memberikan yang terbaik kepada masyarakat dengan memberikan yang terbaik. Tahun sebelumnya, SMP 3 Larangan dinobatkan sebagai sekolah sehat dan memiliki perpustakaan terbaik tingkat Kabuputen Brebes.

"Semua atas kerja sama seluruh warga sekolah untuk membuktikan sebagai sekolah terbaik," ujarnya.

Untuk menyambut tim, pihaknya menyiapkan berbagai perlengkapan dan ubo rampenya dengan menghijaukan sekolah dan menata kebersihan serta keindahan lingkungan.

Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Yang jelas, masih kata Endar, dengan sekolah Adiwiyata akan terbangun kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan sumber daya alam di sekolah.

Karena seluruh warga SMP N 3 Brebes ini bisa berpartisipasi aktif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan perannya masing-masing.

"Mudah-mudahan program ini bisa berkelanjutan, terencana dan terus menerus secara komperensif," ujar dia.

Artikel Selanjutnya
Menteri Yohana: SMPN 2 Solok Inisiator Sekolah Ramah Anak
Artikel Selanjutnya
Siswa Al Azhar Belajar Bahasa Inggris ke Lereng Merapi