Sukses

Tingkah Wisatawan India dan Tiongkok di Sanur Bali

Liputan6.com, Denpasar - Kedatangan wisatawan asing ke berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia tak hanya mendatangkan devisa, tapi juga cerita. Seperti  halnya di pantai Sanur, Bali.

Setiap harinya banyak sekali wisatawan asing dari berbagai belahan dunia yang mengunjungi Sanur. Ada beberapa kejadian dan cerita unik dari warga lokal tentang tingkah laku wisatawan asing. 

"Banyak yang bikin kita geli dengan wisatawan ini. Tapi kita menganggapnya sebagai kejadian lucu dan membuat kita tertawa," ujar Ida Bagus, warga Sanur, Rabu, 8 Maret 2017.

Ida Bagus menuturkan sifat dan karakter wisatawan asing kadang menggelikan. 

Seperti wisatawan asal India dan Tiongkok. Bagus menuturkan, wisatawan India terkenal dengan cerewet dan banyak omong. Bukan cerewet atau banyak omong saat berinteraksi dengan warga tetapi dengan sesama mereka.

"Wisatawan India itu lucunya di hal omongan, mereka kalau bicara dengan temannya itu cepat dan cerewet seperti orang berantem. Saya beberapa kali mikir apa mereka berantem, ternyata tidak. Mereka hanya berbicara. Dan itu sering terjadi di sini," tutur Ida Bagus.  

Sedangkan wisatawan asal Tiongkok, kata Ida, biasanya datang selalu bergerombolan dan pergi dalam waktu yang cepat seperti burung pipit.

"Mereka ramai-ramai ngumpul, dalam hitungan beberapa menit tiba-tiba mereka menghilang dan ngumpul tuh jauh di sana. Selang beberapa menit, sudah tidak ada di tempat itu. Kayak burung pipit kan mereka," tutur dia.

Selain sifat yang lucu, namun ternyata ada sifat yang tak etis yang biasa dibawa oleh beberapa wisatawan ini. Yaitu, menguntit atau mengambil barang yang dijual dan enggan membayar. Kejadian itu bukan satu atau dua kali terjadi, tapi sangat sering terjadi.

Jadi, kata dia, jika ada wisatawan Tiongkok yang belanja ke pedagang lapak yang berjejer di pantai Sanur ini, maka pedagang harus jeli menghitung dan melihat apa yang dibeli. Kalau tidak maka pedagang itu akan merugi karena barang yang dijualnya bisa bisa diambil tanpa dibayar dan kabur.

“Karena sering terjadi, biasanya kalau ada orang Tiongkok yang dibawa ke sini pasti ada penjaga atau security yang ikut. Karena hampir semua pedagang ini sering mengalami rugi karena cara mereka itu,” kata Ida sambil tertawa.

Namun, kata dia, tak semua wisatwan asing, khususnya India dan Tiongkok yang berperilaku seperti itu, banyak juga dari mereka yang berperilaku baik dan menghormati warga lokal atau pengunjung lain yang datang ke pantai Sanur ini.

"Kalau yang sifatnya jelek itu hanya beberapa saja dan sebagai pembanding. Tetapi kebanyakan dari mereka ramah-ramah dengan warga sini. Saking ramahnya, bahkan ada beberapa turis India dan juga Tiongkok datang ke sini terus menerus setiap dua bulan sekali," ucap Ida Bagus. 

Artikel Selanjutnya
Pilih Mana, 1 Minggu Traveling Mewah atau 1 Bulan ala Backpacker?
Artikel Selanjutnya
Uji Nyali dengan Sepeda Terbang di Kaki Gunung Papandayan