Sukses

Pamer Alat Kelamin, Pria Misterius Teror Wanita di Denpasar

Liputan6.com, Denpasar - Pria misterius kerap memepet perempuan pengendara sepeda motor yang melintas tengah malam, meresahkan warga Denpasar, Bali. Bagaimana tidak meresahkan? Usai memepet motor korban, lelaki tersebut langsung mengeluarkan alat kelamin. Pelaku diduga mengalami gangguan psikis yang disebut ekshibisionis.

Seperti dialami Nila, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang bekerja di sebuah rumah makan yang tutup hingga dini hari. Ia mengaku pernah mengalami kejadian dipepet pria misterius yang langsung mengeluarkan alat kelaminnya.

"Sekitar tiga minggu lalu di Jalan Diponegoro saya dipepet oleh pria badannya besar dan langsung mengeluarkan alat kelaminnya. Saya kaget dan berteriak, saya langsung kabur," ucap Nila saat berbincang dengan Liputan6.com di Denpasar, Kamis (9/3/2017).

Nila sempat ketakutan jika pulang malam dan meminta kepada atasannya untuk mengubah jadwal shif kerjanya. "Mulai malam itu saya jadi takut keluar malam. Saya sampai minta untuk ditukar shifnya untuk diganti siang terus."

Tak hanya itu, kejadian serupa menimpa seorang wanita bernama Dewi yang pada hari kejadian dirinya harus bekerja hingga dini hari. Modus memepet motor pengendara perempuan dialaminya di Jalan Imam Bonjol, tepat di depan Eksekutif Karaoke.

Dewi dipepet pria tak dikenal dengan perawakan tinggi dan besar yang langsung mengeluarkan alat kelamin. Sontak hal itu membuat Dewi kaget. Tanpa basa-basi Dewi langsung menambah kecepatan laju motornya.

Saat ia kabur dari pria misterius itu, matanya dilempar tanah pasir yang membuat pandangan matanya sempat terganggu.

"Semalam saya pulang lembur lewat Jalan Imam Bonjol. Pas di depan Eksekutif Karaoke dipepet pria aneh yang menunjukkan alat kelaminnya dengan muka aneh. Enggak mikir lagi saya langsung kabur. Tapi pas berusaha kabur ada sesuatu yang mengenai mata saya sebelah kanan. Pas saya raba seperti tanah liat," kata dia.

Dewi mengaku tak sempat melihat pelat nomor kendaraan pria misterius tersebut.

"Kalau lihat saya mau langsung lapor ke polisi. Semoga kejadian saya ini terakhir, tidak ada perempuan lain yang jadi korban orang sakit seperti itu lagi," kata wanita yang berdomisili di Denpasar, tersebut.