Sukses

2 Hari Hujan Es Guyur Surabaya, Ini Penjelasan BMKG

Liputan6.com, Surabaya - Fenomena hujan es terjadi Kota Surabaya, Jawa Timur. Dalam dua hari terakhir, sebagian besar wilayah Surabaya, diguyur hujan lebat disertai butiran es atau hujan es.

Seperti terjadi di wilayah Dharmawangsa dan sekitar Margorejo, Kota Surabaya, Rabu sore tadi. Sejumlah warga mendapati butiran es batu yang turun bersamaan dengan hujan.

Namun hujan es kali ini tak selebat pada hari sebelumnya. "Saya temukan es yang meleleh ini saat sudah selesai turun hujan di depan kantor kerja ini, hujan juga lumayan lebat," ucap Doni, salah satu karyawan swasta di wilayah Margorejo, kepada Liputan6.com, Rabu (8/3/2017).

Terkait fenomena tersebut, Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Kusubagio mengatakan hujan disertai es yang turun di Surabaya akibat dari adanya awan kumulonimbus (CB).

"Memang berbeda dengan hujan di hari biasanya yang terjadi di Surabaya karena adanya awan CB pada Selasa sore, muncul butiran air lebih besar," kata Kusubagio saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, hujan yang turun juga berbeda dari biasanya. Karena awan CB sore tadi lebih besar dari biasanya, sehingga muncul butiran air.

Prosesnya air yang turun dari awan itu membeku. "Jadi air yang ada di awan tersebut tidak sempat mencair saat jatuh dari langit akhirnya menjadi butiran es," ia menegaskan.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Rabu ini, hujan es disertai angin masih terjadi di Surabaya. Namun skalanya tidak sebesar pada hari sebelumnya yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Bahkan, pohon tumbang mengakibatkan seorang pelajar meninggal dunia.

Hujan Lebat Sekejap, Pencari Kos Tewas

Seorang pelajar bernama Nur Sri Ayu (20) asal Bungi, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Tehnik Hidro Dinamika, Kejawan Putih, Tambak, Kota Surabaya.

Menurut Denny, salah satu saksi mata yang ditemui di lokasi, saat kejadian Ayu bersama Sakinatur Rizkiyah (20) asal Dusun Toros RT 01 RW 01, Kelurahan Babalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, berjalan di wilayah itu setelah pulang dari mencari tempat kos.

"Saat tahu kalau pohon akan tumbang kemudian dua korban itu menghindar dan jatuh ke selokan," kata Denny, Selasa, 7 Maret 2017.

Denny, korban meninggal diduga terjatuh saat menghindar ke selokan dan dadanya mengenai batu. Sebab saat dibantu oleh Denny dan rekannya, Ayu mengeluh sakit di dada. Sementara rekannya Rizkiyah menderita luka-luka.

Kompol Lily Djafar selaku Kasubag Humas Polrestabes Surabaya membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh kedua saksi, yakni Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga (Unair) Kampus C untuk mendapat penanganan medis.

"Kejadiannya betul, dan saat dalam perjalanan ke rumah sakit itulah salah satu korban meninggal dunia," tutur mantan Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ini kepada Liputan6.com, Rabu (8/3/2017).

Sementara itu, Kapolsek Mulyorejo Polrestabes Surabaya, Kompol Bagus Dwi Rusiawan mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Di antaranya dengan memintai keterangan dari para saksi yang ada pada saat kejadian.

Hujan Lebat Porak Poranda Parkiran Kampus

Sehari sebelumnya, sejumlah wilayah di Surabaya, dilanda hujan disertai angin sekitar satu jam. Saat itu, hujan yang mengguyur sejak pukul 16.00 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.

Seperti pantauan Liputan6.com di kawasan Kertajaya, Semolowaru Utara, Rungkut Lor, Kedung Doro, Karang Menjangan, dan Baratajaya. Hujan disertai angin di Surabaya yang terjadi ini juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Salah satunya di daerah Rungkut Lor, Surabaya.

"Tadi anginnya keras sekali di luar kantor...Pohon depan kantor saya tumbang," kata Eunike, seorang karyawan swasta di Surabaya Timur.

Adapun hujan lebat disertai angin kencang merobohkan salah satu gazebo di Universitas Bhayangkara (Ubhara) yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

"Mahasiswa mengira ada gemuruh langit, tapi ternyata gazebo di depan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Ubhara yang ambruk mas," kata Sasa, mahasiswi Ubhara.

Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah motor milik mahasiswa juga roboh diterpa angin dan hujan.