Sukses

Banjir Kalteng Meluas, Warga Beraktivitas Gunakan Perahu

Liputan6.com, Palangkaraya - Tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di Kalimantan Tengah (Kalteng), meluap. Akibatnya, sejumlah daerah atau kabupaten kebanjiran. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng saat ini sudah delapan daerah yang wilayahnya terendam banjir.

Kepala BPBD Kalteng Syahril Taringan menjelaskan, delapan daerah tersebut, yakni Kabupaten Lamandau, Murung Raya, Seruyan, Kapuas, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kota Palangkaraya.

"Kami sudah memasok sejumlah bantuan logistik untuk warga yang terpapar akibat banjir. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, perlengkapan bayi, dan juga kebutuhan warga seperti sarung dan selimut," ucap dia di Palangkaraya, Rabu (8/3/2017).

Sebelumnya, dua wilayah di dua kabupaten direndam banjir selama hampir sepekan. Yakni, Kecamatan Arut Utara di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kecamatan Parenggean di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kini, enam kabupaten juga kebanjiran.

Di Kabupaten Seruyan, misalnya, banjir menggenangi empat kecamatan. Sejak dua hari lalu, banjir merendam Kecamatan Hanau, Danau Seluluk, Batu Ampar, dan Kecamatan Seruyan Tengah.

Banjir akibat luapan Seruyan dengan ketinggian air antara 30-50 centimeter membuat warga harus menggunakan perahu sebagai sarana transportasi. Hal itu lantaran badan jalan terendam air.

Sabli, warga Seruyan Tengah mengatakan, saat ini banjir memang belum memaksa masyarakat harus mengungsi karena ketinggian air masih sekitar 30-50 cm.

"Namun bila debit air semakin tinggi, jelas kami harus mengunvsi karena tak mungkin bertahan di dalam rumah," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon, hari ini.

Sementara banjir di Kabupaten Barito Utara, mengakibatkan sedikitnya 506 rumah warga di enam kecamatan, yakni Teweh Tegah, Teweh Baru, Teweh Selatan, Lahai, Lahai Barat, dan Montalat terendam air akibat luapan DAS Sungai Barito.