Sukses

Kabar Nenek Penculik Anak di Cirebon Hoax

Liputan6.com, Cirebon - Warga Kota Cirebon belakangan dihebohkan dengan kabar penculikan anak oleh seorang nenek yang memasuki rumah warga. Kabar itu menyebar pertama kali di kampung Dukuh Semar, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

"(Warga) langsung melapor ke polisi karena pemilik rumah khawatir isu penculikan balita atau mencuri di rumah warga itu benar," kata Cicih, salah seorang warga, Selasa (7/3/2017).

Saat kejadian, kata Cicih, pemilik rumah sedang berada di dalam. "Biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi isunya nenek-nenek. Lebih baik dilaporkan saja ke polisi biar ditindaklanjuti," kata dia.

Namun, kabar penculikan anak itu tidak terbukti. Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Agus Bachtiar mengaku hingga saat ini jajaran Polresta Cirebon belum menerima laporan dari warga.

"Kami belum menerima atau menemukan adanya penculikan anak yang ramai diperbincangkan di media sosial," kata Adi Vivid.

Dia meluruskan kabar penculikan anak yang terjadi di kawasan Kranggaksan dan Dukuh Semar bukanlah penculikan. Ia menjelaskan itu adalah kesalahpahaman.

Ia mengakui ada orang yang memasuki rumah warga, tetapi bukan untuk menculik. Orang itu tidak sengaja masuk rumah karena dia mengalami gangguan jiwa.

"Yang di Kranggaksan dan yang di Dukuh Semar itu orang yang mengalami gangguan jiwa, bukan penculik. Itu isu saja yang beredar di media sosial," kata dia.

Kendati demikian, pihaknya sudah mengantisipasi isu yang meresahkan warga Kota Cirebon dengan menjalankan progam Sabtu Sambang Ciko (SSC) dan Ngopi bareng Kapolres.

"Dua program kita itu yang dijadikan kita sebagai antisipasi sebagai penangkal isu yang beredar. Karena di program tersebut, jajaran kita bisa bersosialisasi langsung dengan warga yang kita sambangi atau ngopi bareng," tutur Adi.

Dia mengimbau agar masyarakat lebih waspada dalam menjaga anak-anaknya saat bermain dan tidak mudah termakan isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

"Ada positif dan negatifnya, positifnya masyarakat bisa lebih waspada, negatifnya masyarakat bisa latah dan resah dengan isu ini," kata Adi.