Sukses

Bebek Dangkot, Rahasia Penambah Vitalitas Pria Sulawesi Selatan

Liputan6.com, Makassar - Tak hanya Coto Makassar dan Sop Konro, Makassar juga memiliki warisan kuliner bernama bebek dangkot. Makanan yang satu ini bisa dijumpai di setiap daerah di Sulsel dengan tingkat kepedasan yang berbeda.

Di Kabupaten Toraja misalnya, bebek dangkot disajikan dengan rasa yang sangat pedas. Sementara di Kabupaten Sidrap yang dikenal sebagai daerah lumbung padinya Sulsel, kerap disajikan dengan rasa pedas sedang.

Perbedaan tingkat kepedasan terjadi karena dipengaruhi keadaan lingkungan daerah masing-masing. Di Kabupaten Sidrap misalnya memiliki cuaca panas, sedangkan Kabupaten Toraja merupakan daerah pegunungan yang cukup dingin.

Terlepas dari itu, bebek dangkot memang merupakan makanan khas yang dikenal karena cita rasa pedasnya. Selain karena kandungan cabai, terdapat beragam rempah di dalam makanan berbahan utama itik itu.

Di balik rasa pedas yang menjadi ciri khas bebek dangkot, masyarakat Sulsel pada umumnya meyakini khasiatnya sebagai penambah vitalitas. "Bebek dangkot ini sangat baik untuk kesehatan dan menambah kekebalan tubuh," kata Syarifuddin, warga Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Apalagi, lanjut Syarifuddin, untuk kaum pria yang sudah berkeluarga, mengonsumsi bebek dangkot bisa menambah vitalitas.

"Yah bebek itu diyakini bisa menambah vitalitas..hehe," ungkap Syarifuddin yang setiap bulan mengajak keluarganya menyantap bebek dangkot di warung pinggir jalan yang ada di Jalan Poros Sidrap.

Bebek bercita rasa pedas itu mudah dijumpai di Sulawesi Selatan. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Tak hanya itu, rasa pedas bebek dangkot kata Syarifuddin juga sebagai obat menambah selera makan. Anda dipastikan bakal ketagihan jika sudah menyantapnya.

"Rempah-rempah yang dicampurkan dalam masakan bebek dangkot sangat baik untuk kesehatan," ujar dia.

Berikut bahan-bahan yang digunakan jika ingin membuat makanan khas bebek dangkot di rumah.

Bahan:
1 ekor bebek, potong kecil-kecil pisahkan kulitnya
1/2 liter - 1 liter cabe rawit
15 siung bawang merah
5 cm jahe
1 sdm asam mangga (bisa diganti air asam)
Air secukupnya
Garam dan penyedap jika suka

Cara membuat:
1. Blender cabe rawit, jahe dan bawang merah, sisihkan.
2. Panaskan wajan, masukkan kulit itik, biarkan hingga mengeluarkan minyak, setelah itu tuang bumbu yang sudah diblender tadi.
3. Masukkan bebek, asam mangga dan air. Biarkan air berkurang.
4. Masukkan garam dan penyedap jika suka. Aduk rata.
5. Jika belum empuk, tambahkan lagi air. Biarkan hingga air habis. Sajikan dengan nasi hangat.

Artikel Selanjutnya
Ampiang Dadiah, Makanan Khas Minang yang Rasanya Jempolan
Artikel Selanjutnya
Sarapan Pagi dengan 5 Menu Penggoda Selera Khas Jambi