Sukses

Wali Kota Cirebon Marah Besar Saat Apel Pagi, Ada Apa?

Liputan6.com, Cirebon - Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis tiba-tiba marah besar saat memberikan sambutan dalam apel pagi yang rutin bersama para pejabat daerah. Kemarahan Azis itu dipicu oleh kinerja SKPD Kota Cirebon dalam menata taman-taman di kota.

"Lihat taman-taman yang ada di Kota Cirebon, terutama di alun-alun Kejaksan. Di tengah kota, tamannya itu seperti belukar," kata Azis bernada geram di depan para SKPD Kota Cirebon, Senin (6/3/2017).

Dia mengaku kecewa dan heran atas kinerja SKPD yang tidak ada perubahan. Bahkan setelah ditetapkannya Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), taman-taman dan penghias keindahan Kota Cirebon belum terlihat.

Dalam pidatonya, Azis mengaku malu. Sebab, upaya mempercepat pembangunan Kota Cirebon dengan konsep hijau dan ramah menjadi tidak maksimal.

"Entah kenapa semua adalah yang salah saya. Mungkin kepemimpinan saya tidak dianggap oleh bapak dan ibu," keluh Azis.

Atas kekecewaannya, Azis akan mengajak masyarakat Kota Cirebon untuk bersama-sama membersihkan dan memperindah Kota Cirebon.

Dia juga mengajak para perangkat daerah yang masih mau mengabdi kepada masyarakat bergabung dengannya untuk bersama bergerak ke lapangan.

"Saya akan bergerak sendiri dengan masyarakat, tanpa harus menggunakan biaya APBD. Bapak-bapak perangkat daerah yang masih mau mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan sumpahnya, ayo bergabung dengan saya untuk kita bergerak ke lapangan," ajak Azis.

Menyikapi kemarahan Azis, Satpol PP Kota Cirebon baru menurunkan petugasnya untuk membersihkan taman di Kota Cirebon. Pantauan Liputan6.com di lapangan, jajaran Satpol PP tengah sibuk menata dan membersihkan taman yang seperti belukar.

Selain marah besar, Wali Kota Cirebon mengaku malu kepada warga. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

"Kalau tidak ada yang berinisiatif mau sampai kapan. Kami juga merasa malu," kata Kasatpol PP Kota Cirebon Andi Armawan.

Sejak diterapkannya SOTK baru, tugas pemeliharaan dan pengelolaan taman dibagi dua. Pemeliharaan taman yang berada di jalur protokol menjadi urusan dan tanggung jawab PU, sementara untuk taman tematik menjadi urusan Dinas Lingkungan Hidup yang melebur dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

"Kami ambil inisiatif agar yang punya tupoksi juga tergerak. Besok akan bersama menertibkan taman di kota," kata Andi.

Artikel Selanjutnya
Wagub Maluku Utara Bingung Pimpinan SKPD Rajin Dinas ke Luar Kota
Artikel Selanjutnya
Mesranya Ki Enthus Suapi Wakil Wali Kota Tegal