Sukses

Kampung Warna-Warni Jodipan Malang Punya Saingan dari Balikpapan

Liputan6.com, Balikpapan - Siti Aminah duduk selonjor di atas dipan kayu rumah panggungnya. Sesekali, dia tersenyum ramah ke setiap orang memasuki Kampung Warna-Warni Wisata Teluk Seribu Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Iya mas, sedang bersantai dengan tetangga nih," kata sembari menengok tetangganya yang berdiri di samping pagar perkampungan nelayan Kelurahan Manggar itu, Rabu, 1 Maret 2017.

Perempuan paruh baya ini sudah terbiasa lalu lalang warga yang penasaran adanya Teluk Seribu Balikpapan. Kawasan yang dulunya kumuh, kini disulap menjadi destinasi wisata kampung nelayan Balikpapan. Siti Aminah sesekali menyapa akrab, tapi tidak kurang sekedar melempar senyum.

"Semenjak diresmikan Wali Kota Balikpapan kampung jadi ramai sekarang," ucap dia.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy meresmikan kampung warna-warni Teluk Seribu sebagai destinasi wisata wisata alam asli Kalimantan. Pelancong diajak menyusuri Sungai Manggar beserta suguhan rimbunnya hutan mangrove, primata bekantan dan buaya muara yang panjangnya mencapai lima meter.

"Upaya kami lakukan secara bertahap agar Teluk Seribu layak menjadi lokasi wisata baru di Balikpapan," ujar Wali Kota.

Bukan perkara gampang menyulap perkampungan kumuh menjadi suatu yang punya arti. Rumah panggung nelayan pun dicat warna warni untuk memberikan keceriaan Teluk Seribu.

"Kami melakukan upaya pengecatan dengan swadaya masyarakat. Terinspirasi kampung warna warni di Jodipan Malang," kata Rizal.

Pengecatan 235 unit rumah Teluk Seribu menghabiskan lima ribu liter cat yang didominasi warna mencolok. Pengecetan dilakukan semenarik mungkin untuk mengubah citra kampung yang dulunya jorok menjadi lebih cantik.  

Pemkot Balikpapan berupaya mendorong perubahan positif Teluk Seribu. Namun demikian, Rizal berpendapat kunci utama terletak pada perubahan pola pikir masyarakat nelayan itu sendiri.

Menurut Rizal, warga Teluk Seribu harus mampu menginspirasi perkampungan nelayan lain agar menjaga kebersihan lingkungan. "Pola pikir masyarakat di sini juga harus berubah agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Karena mengarungi sungai di sini bisa menjadi obyek wisata menjanjikan di Balikpapan," kata dia.

Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata Balikpapan Oemy Facessly mengatakan, pengecatan perkampungan Teluk Seribu melibatkan ratusan sukarelawan yang punya keterampilan graffiti. Sejak November lalu, para seniman memoles dinding pembatas sepanjang 50 meter dengan lukisan mural penuh makna.

1 dari 3 halaman

Dari Lukisan 3 Dimensi hingga Bekantan

Beberapa lukisan nuansa tiga dimensi menjadi ajang swafoto pengunjung Teluk Seribu. "Kami mempersiapkan lukisan mural dan pengecatan rumah sejak bulan November lalu," ujar dia.

Lukisan dinding grafiti ini malahan menjadi ikonik kegembiraan pengunjung Teluk Seribu. Para pelukis mampu menampilkan karya seni mencerminkan kepribadian Balikpapan.

"Ada karya seni kerimbunan pohon mangrove, sayap raksasa hingga burung asli Kalimantan, enggang. Semuanya harus bisa memberikan kegembiraan pada pengunjung," tutur Oemy.

Lantaran itu, Oemy memaklumi mayoritas warga Balikpapan mengabadikan lukisan graffiti saat pembukaan Teluk Seribu. Mereka menghargai lukisan mural sebagai gerbang memasuki perkampungan Teluk Seribu.

Oemy menyakini potensi keindahan destinasi Teluk Seribu di masa mendatang terletak pada trek menyusuri Sungai Manggar. Itu lantaran pengunjung bisa menikmati keberadaan flora fauna alam liar Kalimantan secara langsung.

"Ini menjadi potensi wisata mempertontonkan keindahan alam Kalimantan," ungkap dia.

Salah satu pemandu wisata Teluk Seribu, Nanang Hamdani menambahkan, Sungai Manggar memiliki arus yang tenang mengalir menuju lautan. Selama perjalanan satu jam itu, dia menyebutkan keragaman habitat alam flora fauna Kalimantan.

"Pada saat tertentu akan terlihat primata bekantan berlompatan di atas pohon mangrove. Terkadang juga buaya muara yang ukurannya besar sedang berjemur," tutur dia.

Keindahan alam ini selama ini jarang terekspos pemberitaan media massa. Hanya para nelayan Balikpapan yang kerap menikmati keanegakaragaman flora fauna di pagi dan sore hari.

Saat ini, warga Teluk Seribu berharap pemerintah daerah tetap konsisten dalam memajukan wisata setempat. Nanang meminta pemberdayaan Teluk Seribu berkelanjutan guna memaksimalkan keberadaannya sebagai destinasi wisata Balikpapan.

"Karena biasanya hangat-hangat tai ayam. Ramai awalnya dan seterusnya tidak ada tindakan," ujar dia.

Saat ini, masyarakat Teluk Seribu masih menunggu penuntasan proses pengecatan rumah yang masih tersisa. Selain itu, dibutuhkan kapal ukuran sedang guna melayani turis yang hendak menikmati wisata menyusuri Sungai Manggar.

2 dari 3 halaman

Minim Anggaran

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Syafruddin Pernyata mengapresiasi kebijakan mendandani kawasan kumuh nelayan menjadi destinasi wisata Balikpapan. Menurut dia, pemerintah kota/kabupaten harus kreatif dalam memaksimalkan potensi dimilikinya saat ini.

"Saat minim anggaran, pemda harus kreatif dalam mempercantik potensi wisatanya," ujar dia.

Syafruddin mengatakan, pemda terganjal minimnya anggaran promosi guna memperkenalkan potensi wisatanya masing-masing. Salah satu contohnya adalah berkurangnya anggaran pariwisata Pemprov Kaltim sebesar Rp 4 miliar dari sebelumnya Rp 16 miliar.

"Ini terjadi pula di seluruh kota/kabupaten di Kaltim. Praktis anggaran yang ada dipergunakan untuk pembiayaan rutin pegawai saja. Kami tidak bisa promosi wisata seperti dulu," keluh dia.

Kota dan kabupaten di Kaltim memiliki potensi detinasi wisata yang bisa dibanggakan di antaranya Kepulauan Derawan, Labuan Cermin, dinding kars purba, Sungai Mahakam, hutan tropis, Hutan Lindung Sungai Wain hingga satwa orangutan dan beruang madu. Keunggulan alam liar Kalimantan yang sulit ditandingi pulau lain.

"Potensi pariwisata kita sangat potensial untuk dikembangkan. Kreatifitas kita saja untuk mengemasnya," ujar Syafruddin.

Provinsi Kaltim mematok kunjungan sebanyak 500 ribu wisatawan pada tahun ini. Sejumlah daerah dipatok menjadi destinasi wisata di antaranya Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Balikpapan.

"Kami realistis dalam menargetkan angka kunjungan wisatawan di Kaltim. Tahun lalu kunjungan wisatawan sebanyak 480 ribu orang," kata Syafruddin.

Artikel Selanjutnya
Keceriaan Bocah Sambut Pagi di Kampung My Darling Garut
Artikel Selanjutnya
Misteri Bayangan Hitam di Rumah Pengasingan Bung Karno