Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Komarudin, Prajurit Ganteng Kebal Senjata

Liputan6.com, Semarang - Top 3 Berita Hari Ini teratas di kanal Regional ditempati kisah seorang prajurit yang konon dikenal pemberani dan kebal terhadap senjata apapun. 

Ia adalah Komarudin, seorang prajurit ganteng berbaret hitam. Tapi di balik wajahnya yang tampan, Komarudin dikenal sebagai sosok yang jenaka, selebor, dan sedikit sentimentil jika disentuh sisi-sisi kemanusiaannya.

Kesaktian Letnan Komarudin konon karena ia masih memiliki hubungan darah (sebagai cicit) dengan Kyai Abdur Rahman yang dikenal sebagai Mbah Tanjung.

Ia diyakini merupakan keturunan langsung Bantengwareng, salah seorang panglima perang pasukan Pangeran Diponegoro. Apakah dari orang-orang sakti itulah, Letnan Komarudin bisa kebal terhadap senjata?

Berita lainnya yang tak kalah menghebohkan, kedatangan Raja Salman dan 1.500 rombongan ke Indonesia. Namun bagi keluarga Rusmini Wati, TKI yang kini tengah menjalani hukuman 5 tahun penjara dan 1.500 cambukan, justru kebalikannya.

Keluarga perempuan asal Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu masih terus berjuang membebaskan Rusmini dari tuduhan telah menggunakan sihir untuk membunuh anak dari majikan Rusmini.

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatia pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, Rabu (1/3/2017).  

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Komarudin, Prajurit Ganteng nan Konyol yang Kebal Senjata

Komaruddin yang kebal peluru dan pemberani, menangis saat dinasehati Jendral Sudirman. (foto : Liputan6.com /arsipindonesia.com

Serangan Oemoem 1 Maret 1949 digambarkan dalam film Janur Koening. Dalam film itu, kita berkenalan dengan Komarudin, tokoh pejuang ganteng selebor yang diperankan Amak Baljun.

Dalam kejadian nyata, catatan sejarah Serangan Oemoem menyebutkan tokoh itu bernama Letnan Komarudin. Ia komandan peleton di SWK 101, Brigade X pimpinan Mayor Sardjono (anak buah Letnan Kolonel Soeharto).

Ia mantan prajurit PETA, oleh anak buahnya dikenal anti-peluru. Ditembak model apa pun tak akan tembus. Itulah sebabnya ia mampu melindungi seluruh anak buahnya dalam radius 10 meter di sekitarnya.

Ketika Serangan Oemoem 1 Maret 1949 dilangsungkan, Letnan Komarudin ini sempat silap melihat tanggal. Akibatnya ia menyerbu kota bersama peletonnya sendirian.

Khusus kepada Letnan Komarudin, panglima mengkritik dan menyindir mengenai Serangan Salah Tanggal itu. Apa reaksi Letnan Komarudin mendengar kritik, nasihat, dan sindiran Jenderal Soedirman?

Selengkapnya...

2. Raja Salman Tiba, Apa Kabar 1.200 Kali Cambuk TKI Rusmini?

TKI Rusmini divonis cambuk 1.200 kali di Arab Saudi (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Serikat buruh dan keluarga Rusmini Wati dari Indramayu yang berkasus di Arab Saudi terus berjuang menuntut pembebasan. Upaya itu akan diintensifkan seiring kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi ke Indonesia.

Rusmini Wati (31), seorang TKI asal Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, divonis mati di Riyadh pada 2012 lalu. Dalam perkembangannya Rusmini divonis kurungan dan cambuk.

Terkait kasusnya, Rusmini sudah menjalani hukuman 5 tahun penjara dan mendapatkan 1.200 kali cambukan.

Keluarga bersama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu mendesak perwakilan pemerintah yang ada di Riyadh, Arab Saudi untuk menuntut balik majikan karena telah memfitnah Rusmini.

Selengkapnya...

3. Buku Usang Kakek Tua Simpan Rahasia Orangtua BJ Habibie

Buku usang milik kakek tua asal Sidrap dari 1960 itu sempat ditawar oleh beberapa orang, dan bahkan sempat hendak dicuri. (Liputan6.com/Fauzan)

Wa' Lampu, kakek berusia 80 tahun itu sangat berharap bisa bertemu Baharuddin Jusuf Habibie. Pria yang tinggal di kebun jagung di Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan itu mengaku menyimpan sejarah tentang orangtua kandung Presiden ke-3 Republik Indonesia berdasarkan buku tua warisan kakeknya yang disimpan sejak 1960.

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, ayah BJ Habibie adalah Alwi Abdul Jalil Habibie, pria keturunan arab yang meninggal pada 1950 di Makassar. Sementara, ibunya adalah Raden Ayu Tuti Marini Puspowardojo, wanita cantik keturunan Jawa berasal dari Yogyakarta yang meninggal pada 1990.

Namun menurut Wa' Lampu, berdasarkan buku tua warisan kakeknya, ayah kandung BJ Habibie adalah Puang Sayye'. Ayah Habibie meninggal saat Habibie masih berusia 7 bulan dalam kandungan ibunya.

Sementara, ibu kandung Habibie adalah I Carabibi yang meninggal sesaat setelah melahirkan putranya.

Selengkapnya...

Artikel Selanjutnya
Top 3: Kisah 4 Pedang Paling Bersejarah