Sukses

Sengatan Belut Pedas Racikan Pemuda Pandeglang, Berani Coba?

Liputan6.com, Pandeglang - Kabupaten Pandeglang, Banten Selatan terkenal dengan udara sejuknya karena dikelilingi pegunungan. Cuaca dingin khas pegunungan biasanya berpadu dengan wisata kuliner seiring nafsu makan yang melonjak. 

Nah, Pandeglang punya kuliner spesial berupa olahan belut. Kuliner ini dapat dinikmati salah satunya di Rumah Makan Belut Harewos Bojong. Pemiliknya para pemuda setempat yang mengolah belut hingga terasa pedas dan 'menyengat' saat disantap.

"Ada Belut Harewos Cabe Hijau, Balado Belut Harewos, Lumpur Laut Harewos, dendeng belut, dan lain sebagainya," kata Wawan Setiawan, salah satu pengelola Belut Harewos Bojong  di rumah makan miliknya, Desa Citumenggung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu 25 Februari 2017.

Saat wisata kuliner di daerah ini, baik pagi, sore, maupun malam hari, makanan olahan belut ini tetap terasa nikmat. Sajian belut-belut pedas ini bisa menjadi solusi ketika Anda tengah berkunjung ke daerah Pandeglang ini.

Wawan dan kawan-kawannya sangat oke dalam mengolah masakan belut tersebut. Aroma amis dari belut benar-benar tak terasa ketika sudah disajikan di atas piring.

Anak-anak muda ini memang bisa melihat celah dalam bisnis kuliner. Dengan modal urunan masing-masing Rp 500 ribu, Wawan cs mulai menapaki bisnis rumah makan sederhana ini.

"Berawal dari keinginan untuk mengurangi angka pengangguran di sini, kami nekat usaha dendeng Belut Harewos," ucap Wawan yang bersama kawan-kawannya itu memboyong sejumlah pemuda setempat untuk bekerja di rumah makan ini.

Pengelola rumah makan yang lain, Abdul Ajies, mengakui, bisnis kuliner bersama ini tak melulu mulus. Ia bersama kawan-kawannya sudah mengalami fase jatuh bangun dalam bisnis kuliner ini.

"Kami pernah mengalami kegagalan dalam sebuah usaha, namun karena rasa kekeluargaan dan keinginan untuk membangun, kami mampu melewati itu," kata Ajies.

Artikel Selanjutnya
5 Ide Brilian Manfaatkan Teh Celup Bekas
Artikel Selanjutnya
15 Makanan Khas Cirebon Ini Bertahan dari Gempuran Junk Food