Sukses

Akhir Hidup Juragan Angkot Beristri 4 di Ujung Pisau Anak Tiri

Liputan6.com, Balikpapan – Rambut Mulyadi, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 64 tahun silam ini sudah berubah kelabu dan menipis. Tubuh juragan angkot juga mulai membungkuk lagi keriput, ditambah ragam berbagai penyakit tua yang menderanya.

"Penyakitnya sudah banyak dari tekanan darah tinggi, kolestrol, penyakit gula hingga tekanan batin," kata Ketua RT 31 Muara Rapak Balikpapan Kalimantan Timur, Muhammad Asy’ari, Senin (27/2/2017).

Mulyadi menetap puluhan tahun merantau dari Blitar hingga menetap di Balikpapan. Selepas mengadu nasib ke berbagai penjuru negeri, dia mencoba peruntungan nasibnya di Balikpapan. Berbagai pekerjaan kasar dilakoninya demi mengubah jalan hidupnya.

"Kerja sebagai buruh hingga menjadi sopir angkot di Balikpapan," kata Asy’ari yang cukup mengenal lama sosok tetangganya ini.

Tekanan ekonomi menjadikan Mulyadi sebagai pribadi yang ulet serta perhitungan dalam membelanjakan pendapatannya. Sedikit demi sedikit, dia mampu mencicil mobil angkot menjadi sebanyak 10 unit hingga sekarang ini.

"Luar biasa perhitungan keuangannya, bisa dikatakan pelit. Mungkin ini yang menjadikannya kaya raya seperti sekarang ini," kata Asy’ari sembari menyinggung salah satu kegemaran Mulyadi meminjamkan uang dengan bunga tinggi.

Peningkatan taraf perekonomiannya menjadikannya sosok yang berbeda. Kekayaan yang dimilikinya membuatnya bisa mempersunting empat bunga desa di Blitar yang memberinya enam orang anak.

"Mulyadi suka perempuan muda seperti anak anak ABG zaman sekarang. Saat pendekatan dengan perempuan muda, dia royal membelikan hadiah yang nilainya bisa mencapai angka jutaan rupiah. Beberapa perempuan akhirnya hanya memanfaatkannya," ujar Asy’ari.

Biarpun begitu, Mulyadi kesampaian pula mempersunting Lasiyem (24), seorang penjual jamu di Blitar berparas manis bertubuh aduhai. Pernikahan ke empat itu memberinya tiga anak yang dua di antaranya dititipkan keluarga di Blitar.

"Mulyadi dan Lasiyem bertengkar terus di rumahnya. Istri mudanya ini mendominasi sehingga istri-istri yang lain tinggal di Blitar bersama seluruh anaknya. Hanya anak terkecil yang tetap ikut pasangan tua muda ini," tutur Asy’ari.

Untuk Lasiyem, Mulyadi sampai dua kali membeli mobil Honda Jazz. Sertifikat rumah berikut rekening tabungan sebesar Rp 405 juta juga sudah diatasnamakan anak termuda Lasiyem, Putra Susilo yang genap usia 4 tahun.

Lasiyem sempat kegirangan tatkala dibelikan mobil Honda Jazz keluaran terbaru itu. Namun, dia kembali murka kala suaminya menjual mobil serta mengirimkan uang hasil penjualannya ke istri tua di Blitar.

"Lasiyem belum mahir setir mobil serta bergaya di jalanan, nabrak angkot. Dia makin marah kala uangnya diberikan istri ketiga, Sri Handayani yang tinggal di Blitar," kata Asy’ari.

1 dari 3 halaman

Tragedi Hidup Juragan Angkot

Rangkaian jalan hidup Mulyadi yang flamboyan ini yang akhirnya mengantarkan maut di ujung pisau, Bambang Hermanto (24). Dia merupakan anak tiri buah pernikahannya dengan istri ketiga, Sri Handayani yang selama ini tinggal di Blitar.

Persoalan harta warisan disebut menjadi ujung pangkal motif pembunuhan memakan korban Mulyadi, Lasiyem dan Putra Susilo.

"Mungkin anak tirinya kesal karena tidak diberikan perhatian lebih seperti halnya Lasiyem dan Putra Susilo. Apalagi, dia sempat mengancam bapak tirinya ini yang tidak memberikan perhatian selama di Balikpapan," kata Asy’ari yang mengaku tidak tahu tetangganya punya anak tiri yang sudah beranjak dewasa.

Polres Balikpapan membekuk tiga tersangka pembantai keluarga Mulyadi yang merupakan juragan angkot setempat. Aksi pelaku cukup sadis menghabisi satu keluarga yang salah satu korban masih balita itu dijerat dengan tali serta dikunci dalam lemari rumah Jalan Gang Merpati RT 31, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan.

"Setelah melakukan investigasi mendalam berhasil ditangkap para tersangka yang diduga sebagai pelaku pembunuhan ini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Timur Kombes Tommy Winstons Watuliu.  

Penyidikan kasus pembunuhan lima hari lalu itu melibatkan tiga unsur satuan tugas terdiri Polda Kaltim, Polres Balikpapan dan Polres Penajam Paser Utara. Kasusnya lumayan pelik mengingat salah satu jenazah, Lasiyem, dibuang di daerah Penajam Paser Utara.

"Mayat istri korban ini dibuang ke Penajam dalam upaya mengaburkan jejak pelaku," kata Tommy.

Polisi sudah menyimpulkan lokasi pembantaian di rumah korban menggunakan senjata tajam. Para pelaku diduga sudah jauh hari merencanakan pembunuhan serta membuangnya ke Penajam Paser Utara.

"Kami sedang melakukan penyelidikan kasus pembantaian keluarga dan mendapatkan laporan adanya mayat korban lainnya di Penajam. Ini menjadi informasi penting untuk mengungkap kasusnya," kata dia.

2 dari 3 halaman

Terbelit Narkoba

Satuan Reserse Kriminal Polres Balikpapan sudah mengamankan tiga orang tersangka yang diduga kuat menjadi pelaku utama pembunuhan bos angkot ini. Salah satu di antara tersangka adalah Bambang Hermanto yang notabene adalah anak tiri korban pernikahan dengan Sri Handayani.

"Hubungan antara para tersangka adalah sesama pedagang asongan makanan di Balikpapan. Mereka diduga berkomplot untuk menghabisi nyawa keluarga Mulyadi," ujar Kapolres Balikpapan AKBP Jeffry Dian Juniarta.

Selain tersangka pembunuhan berencana, Jeffry menyebut, para tersangka merupakan pengguna narkoba berdasarkan hasil tes urinenya. Polisi mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa uang Rp 12 juta dan barang barang milik korban.

Polisi saat ini masih memastikan motif hingga kronologis pembantaian berdasarkan keterangan saksi saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi masih mengkaitkan konflik keluarga yang melatari kenapa tersangka membantai ayah tirinya dibantu rekannya berinisial Pen (21) dan Afn (20).

"Korban merupakan pemilik 10 angkot sehingga ada kemungkinan motif perampokan. Selain itu juga kaitan sebagai anak tiri yang ayahnya yang kebetulan punya empat orang istri. Masih kami dalami sepenuhnya," kata Jeffry.

Polda Kaltim mengambil alih proses penyidikan kasus ini mengingat lokasi perkara terjadi di dua daerah yakni Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Penyidik Reserse Kriminal Polda Kaltim akan mengembangkan proses penyidikan kasusnya guna mencari keterlibatan tersangka lainnya.

Sementara ini, tiga tersangka akan dikenakan pasal pembunuhan berencana dan perampokan dengan ancaman  maksimal hukuman mati. Para tersangka dianggap dengan sengaja membunuh satu keluarga bos angkot Balikpapan.

Seorang juragan angkot Balikpapan ditemukan bersimbah darah berikut anak balitanya, Rabu dini hari, 22 Februari 2017. Kedua jasad diperkirakan sudah meninggal lebih dari satu hari.

Artikel Selanjutnya
Cinta Terlarang Bidan Cantik Berujung Aborsi
Artikel Selanjutnya
Dimas Kanjeng Minta Moge Harley-Davidson Dikembalikan