Sukses

Pernikahan Gaib Panglima Burung Bikin Pusing Dewan Adat Dayak

Liputan6.com, Palangkaraya - Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah Duwel Rawing mengaku bingung menyikapi rencana pernikahan gaib Pangkalima Burung dengan Sri Baruno Jagat Parameswari yang diduga titisan anak Nyi Roro Kidul yang akan dilaksanakan, Selasa, 28 Februari 2017.

Duwel beralasan prosesi pernikahan gaib itu bukan dilaksanakan kalangan adat sehingga DAD Kabupaten Katingan sulit untuk bersikap.

"Kita juga telah menemui panitia pelaksana pernikahan gaib itu dan meminta agar tidak dilaksanakan karena menimbulkan polemik di masyarakat. Tapi, panitia tetap akan melaksanakannya," kata Duwel, dilansir Antara, Jumat, 24 Februari 2017.

Duwel yang juga mantan Bupati Katingan dua periode itu menyebut, secara aturan adat Dayak tidak ada mengenal atau mengatur pernikahan gaib, tapi dalam tradisi Kaharingan maupun Jawa sepertinya ada.

Dia mengatakan pihak DAD Provinsi Kalteng sedang mengupayakan agar pernikahan gaib tersebut dibatalkan. Namun apakah disetujui atau tidak, sampai sekarang belum ada diinformasikan ke DAD Kabupaten Katingan.

"Kita memang sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Katingan. Kita menyampaikan bahwa itu budaya Kaharingan. Kita juga tidak ada melaporkan karena ada keraguan dalam menyikapi pernikahan gaib itu," kata Duwel.

Rencana pernikahan Pangkalima Burung dengan titisan anak Nyi Roro Kidul bermula dari datangnya seorang perempuan bernama Retno pada 12 Februari 2017 ke kediaman Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah Isae Judae.

Retno mengaku utusan Sri Baruno Jagat Parameswari dan mendapat bisikan dari roh halus bahwa hanya Isay Djudae yang bisa melaksanakan ritual pernikahan adat tersebut. Perempuan itu meninggalkan uang Rp 16 juta dan mengaku akan kembali lagi dalam beberapa hari untuk menyerahkan uang untuk keperluan pernikahan ritual adat tersebut.

Pada 21 Februari 2017 sekitar pukul 11.00 WIB, Retno pun kembali datang dan menyerahkan sejumlah uang Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah. Dana tersebut dipergunakan untuk mempersiapkan acara serta keperluan mencetak undangan, membeli sapi, babi, ayam dan lainnya.

Sri Baruno Jagat Parameswari anak dari keturunan Kanjeng Ratu Kidul Pantai Selatan yang berwujud manusia yang berasal dari Bali, dan saat ini posisinya di Jakarta serta akan datang pada 27 Februari 2017 ke Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Sedangkan Pangkalima Burung, satu di antara beberapa tokoh Dayak, merupakan sosok gaib yang tidak terlihat oleh mata.

Undangan pernikahan Sri Baruno Jagat Parameswari dengan Pangkalima Burung telah beredar di sejumlah pihak, termasuk media sosial. Undangan bahkan telah sampai kepada para pejabat di Pemerintah Pusat maupun Provinsi serta Kabupaten Katingan.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah petinggi republik ini turut masuk dalam undangan terbatas itu seperti Presiden RI Joko Widodo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gayot Nurmantyo, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Kapolda Kalteng Brigjen Anang Revandoko hingga pejabat (Pj) Sekda Provinsi Kalteng Syahrin Daulay.

Syahrin Daulay ketika dikonfirmasi Jumat lalu mengaku telah menerima surat undangan pernikahan gaib tersebut dua hari lalu. "Saya juga mendapat undangan itu namun saya tidak tahu siapa yang mengantarnya karena saat itu saya masih kegiatan," kata Syahrin.

Syahrin yang juga menjabat sebagai asisten di Kantor Gubernur Kalteng itu mengaku belum memastikan apakah hadir atau tidak karena acaranya bersamaan dengan jam kantor. "Sebagai pribadi kami berterima kasih sudah diundang," ujar dia.

Artikel Selanjutnya
Konflik Keraton Solo Panas, Dewan Adat Tolak Tinggalkan Kasunanan
Artikel Selanjutnya
Ahok Berharap Kasus Siti Rohbaniyah Tidak Terjadi Lagi