Sukses

Siapa Penata Rias Pernikahan Gaib Panglima Burung?

Liputan6.com, Katingan - Hanya tinggal menghitung hari saja, pernikahan gaib antara Pangkalima Burung dan orang yang disebut sebagai titisan Nyi Roro Kidul, Sri Baruno Parameswari, akan berlangsung.

Sejauh ini sudah tercetak undangan gelaran pernikahan yang dilangsungkan pada Selasa, 28 Februari 2017 mulai pukul 08.00 WIB. Di antara daftar nama undangan, tercetak nama Presiden RI Joko Widodo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Berdasarkan keterangan polisi, Jumat, 24 Februari 2017, awalnya Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah, Issay Djudae kedatangan perempuan dengan nama Retno. Retno mengaku selaku utusan Sri Baruno Parameswari. Beberapa kali datang, Retno selalu meninggalkan uang belasan sampai puluhan juta rupiah.

Setelah kedatangan Retno yang pertama, Isaay mengundang Mantir Adat Desa Telok, Desa Mirah Kalanaman, dan Desa Tumbang Manggu untuk melakukan Tenung atau ritual adat Dayak untuk menanyakan kepada roh yang tidak terlihat.

Dari hasil Tenung tersebut pernikahan gaib itu harus dilaksanakan. Pelaksanaannya juga harus dilakukan di rumah Damang Kepala Adat Kecamatan Katingan Tengah.

Selain itu, dari hasil Tenung juga didapatkan pihak yang menjadi penata rias mempelai perempuan untuk pernikahan gaib tersebut. Hasil Tenung Mantir Adat menyebut penata rias itu bernama Usep yang memiliki salon kecantikan 'Yolanda' di Desa Samba Danum.

ari informasi dihimpun, Usep sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya ditunjuk sebagai perias mempelai perempuan. Bahkan Usep juga tidak pernah bertemu sebelumnya dengan Sri Baruno Parameswari selaku mempelai Perempuan yang akan menikah dengan Pangkalima Burung.

Kabar pernikahan gaib antara Pangkalima Burung dan anak keturunan Nyi Roro Kidul itu mencuat setelah seorang warga bernama Hendarto Garuda mengunggah rencana itu di media sosial pada 20 Februari 2017.

Sri Baruno Parameswari merupakan anak dari keturunan Nyi Roro Kidul yang berwujud manusia dari Bali. Saat ini, yang bersangkutan dikabarkan masih berada di Jakarta dan akan datang ke Desa Telok, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada Senin, 27 Februari 2017.

Untuk keperluan pernikahan itu, Retno selaku perwakilan dari Sri Baruno Parameswari telah menyerahkan uang sebesar Rp 96 juta secara bertahap kepada Isay Djudae. Uang tersebut kemudian dibelikan sejumlah hewan ternak, seperti sapi, babi, dan ayam serta keperluan lain untuk pernikahan.

Sekretaris Jenderal Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, Yansen Binti, menyarankan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng memanfaatkan pernikahan gaib itu sebagai gelaran wisata.

Hal ini, menurut dia, dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Kalteng. Sebab, sangat jarang pengantin pada pernikahan dengan makhluk gaib bersedia dipublikasikan.

Artikel Selanjutnya
Penyerang Mapolda Sumut Dikubur Satu Liang dengan Kakek dan Nenek
Artikel Selanjutnya
Lebaran Selasa, Islam Aboge Pakai Kalender Islam dan Primbon Jawa