Sukses

Sepotong Senja untuk Mantan Pacar di Bukit Sakub

Liputan6.com, Brebes - Alina marah-marah saat Sukab mencuri sepotong senja di suatu sore yang cerah. Potongan senja itu dimasukkan ke dalam sebuah amplop dan dikirim melalui pos.

Amplop itu baru sampai setelah 10 tahun. Hilangnya potongan senja membuat semesta murung. Tak ada lagi pasangan kekasih yang menikmati senja. Tak ada lagi keromantisan itu lagi.

Sedikit sinopsis cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma itu pas untuk menggambarkan keindahan senja di Bukit Sakub, Kaligua, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sesuai dengan judul cerpen itu, "Sepotong Senja untuk Pacarku", melihat senja di Bukit Sakub memberi sensasi spesial. 

"Senja di sini sangat puitis. Mengingatkanku pada mantan pacarku yang sudah menikah dengan orang lain," ucap Abdul Rasyid, karyawan swasta di Purwokerto, Jateng, Selasa, 21 Februari 2017.

Sepotong Senja di Bukit Sakub, Kaligua, Kabupaten Brebes, berlatar Gunung Slamet. (Liputan6.com/Aris Andrianto)

Ia beberapa kali pergi ke bukit itu sekadar mengenang masa lalunya yang enggan pergi. Abdul memang menggilai cerpen-cerpen Seno, seperti ia menggemari senja di Bukit Sakub.

Sepotong Senja di Bukit Sakub, Kaligua, Kabupaten Brebes, berlatar Gunung Slamet. (Liputan6.com/Aris Andrianto)

Letak Bukit Sakub berada di puncak hamparan kebun teh Kaligua. Ketinggiannya sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Udaranya dingin. Kabut kerap melintas di bawah bukit. Jika sedang di puncaknya, terasa sedang berada di "Negeri Atas Awan".

Sepotong Senja di Bukit Sakub, Kaligua, Kabupaten Brebes, berlatar Gunung Slamet. (Liputan6.com/Aris Andrianto)

Sedangkan di sebelahnya, menjulang Gunung Slamet. Puncaknya terlihat begitu dekat, seperti tinggal selangkah lagi.

Sepotong Senja di Bukit Sakub, Kaligua, Kabupaten Brebes, berlatar Gunung Slamet. (Liputan6.com/Aris Andrianto)

Namun, saat ini untuk mencapai Bukit Sakub sudah tak sebebas dulu. Pembukaan jalan di tengah Gunung Slamet membuat area ini tertutup untuk pengunjung umum.

Artikel Selanjutnya
Menembus Kabut Pagi dan 'Pedasnya' Tanjakan Sambalado
Artikel Selanjutnya
Berburu Senja Sungai Kapuas di Bumi Khatulistiwa