Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Kemarahan Ridwan Kamil ke Pembuang Sampah

Liputan6.com, Bandung - Top 3 Berita Hari Ini teratas di kanal Regional ditempati berita tentang Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang marah-marah saat melihat Jalan Dago dipenuhi sampah. 

Kemarahannya langsung dituangkannya ke media sosial. Lewat akun Instagramnya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menegur para pembuang sampah yang tidak bertanggung jawab di sekitar Jalan Dago.

Ia bahkan menuliskan salam jari tengah sebagai simbol penghinaan kepada mereka yang meninggalkan sampahnya sembarangan.

Kabar lainnya yang tak kalah diburu perihal kecelakaan tragis yang terjadi di pintu perlintasan kereta api di Palembang, Sumatera Selatan. Seorang bapak tewas dan putri kecilnya luka parah saat tengah melewati jalur kereta api.

Diduga sang manisnis tidak menyembunyikan klakson kereta api saat keduanya sedang melintas. 

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional.

Selain itu, ada pula pelarangan merayakan Hari Valentine di Semarang oleh Dinas Pendidikan setempat. Perayaan Valentine Day diperbolehkan jika dilakukan dengan kegiatan yang positif.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Ridwan Kamil Beri Salam Jari Tengah bagi Pembuang Sampah Slebor

Ridwan Kamil bahkan memberi julukan khusus yang tak kalah pedasnya bagi pembuang sampah sembarangan di sepanjang Jalan Dago, Bandung. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Baru diresmikan sekitar seminggu lalu, trotoar di sekitar Jalan Dago, Bandung, kembali terlihat kumuh. Sampah-sampah berserakan di bawah kursi bagi pejalan kaki.

Melalui akun Instagramnya @ridwankamil, ia menegur para pembuang sampah tidak bertanggung jawab itu dengan #KelasMenengahNgehe.

"Buat anda2 #KelasMenengahNgehe yang menikmati trotoar dago yang baru tapi nyampah seperti ini. Ini pesan dari kami: Salam jari tengah," tulis Ridwan Kamil, Minggu, 12 Februari 2017.

Sejumlah tokoh bereaksi atas unggahan keras pria yang akrab disapa Emil itu. Salah satunya adalah Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman.

"dikirim teman, trotoar bandung sudah seperti di barcelona kata kang @ridwankamil tapi sayang oknum warga msh nyampah tak membantu walkotnya berbenah bandung," tulis Fadjroel.

Selengkapnya...

2. Istri Saksikan Suami Tertabrak Kereta Usai Selamatkan Anak

Sepeda motor korban terpental kepinggir rel kereta api dan mengalami kerusakan yang parah (Liputan6.com/Nefri Inge)

Kecelakaan tragis menelan nyawa seorang bapak dan putrinya saat tengah melewati jalur rel kereta api di Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu pagi, 12 Februari 2017.

Awalnya sang suami, Syarifuddin (37) membonceng sang istri dan anaknya, Keyla Putri (6) berkunjung ke rumah orangtuanya. Saat menaiki jalan tanjakan, sepeda motor korban sulit untuk berjalan. Akhirnya Ida sang istri memilih turun dan berjalan kaki melintasi rel kereta api.

Saat berada di tengah rel, Syarifuddin melihat ada kereta api yang akan melintas, korban langsung melemparkan anaknya ke pinggiran rel. Seketika, tubuh Syarifuddin dan sepeda motornya langsung tertabrak kereta api jurusan Lubuk Linggau ke Palembang dan terseret sekitar 50 meter ke depan.

"Menantu saya sempat berteriak, tapi keburu ditabrak oleh kereta api,” ujar ayah Ida kepada Liputan6.com, di tempat kejadian perkara (TKP).

Selengkapnya...

3. Begini Penjelasan Larangan Perayaan Valentine di Semarang

Hari valentine bisa merusak hubunganmu kalau kamu menyikapinya dengan cara yang salah. (Foto: unsplash.com)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, menegaskan larangan perayaan Hari Valentine oleh pelajar tidak bersifat kaku. Larangan itu hanya berlaku untuk kegiatan negatif. 

"Jika kegiatan dalam rangka Valentine Day sifatnya positif, misalnya bakti sosial ya, tentu tidak ada larangan. Sekali pun itu diselenggarakan di lingkungan sekolah,” kata Bunyamin di Semarang, Senin (13/2/2017).

Sebelumnya dinas mengeluarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 10 Februari dengan nomor 003/816 tentang larangan perayaan Hari Valentine. Namun edaran itu justru mengejutkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi karena belum ada koordinasi.

"Kalau perayaannya diadakan dengan melanggar norma budaya dan agama ya jelas kami larang," kata Bunyamin. 

Selengkapnya...

 

 

Artikel Selanjutnya
Top 3 Berita Hari Ini: Kabur dari Penjara Demi Adik Tercinta
Artikel Selanjutnya
Segmen 1: Terima Kasih Ahok hingga Korban Minibus Vs Kereta