Sukses

Melacak Motor Roda 3 Berdistributor 'Gaib'

Liputan6.com, Pekanbaru - Kehadiran sepeda motor roda tiga yang mempunyai desain seperti mobil tengah menghebohkan Pekanbaru, Riau dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat penasaran kapan alat transportasi buatan luar negeri itu masuk ke Tanah Air secara resmi.

Namun belakangan muncullah kabar motor roda tiga itu segera diluncurkannya. Distributor bernama Metro Motor mengaku bisa menyediakan sepeda motor ini bagi peminatnya.

Dengan harga Rp 11 juta, sang distributor yang dikelola pria bernama Idris itu menyebut pemesan sudah bisa membawa sepeda motor ini pulang. Namun, anehnya distributor itu 'gaib' karena menimbulkan sejumlah kejanggalan.

Lewat pengakuan Idris, Metro Motor punya showroom di Jalan Lintas Sumatera Nomor 25 atau yang lebih dikenal masyarakat dengan Jalan Jenderal Sudirman. Idris menyebut juga punya showroom di samping Bank Rakyat Indonesia (BRI) atau sebelum pusat perbelanjaan Ramayana di jalan serupa.

Ketika dicoba menelusuri showroom pertama Kamis 9 Februari 2016, pewarta Liputan6.com hanya menemukan Kantor BPJS dan sebuah hotel yang baru berdiri. Di lokasi ini tidak ada nama showroom Metro Motor.

Di sepanjang jalan ini pun hanya ada showroom milik PT Capella yang mendistribusikan motor Honda. Selebihnya hanya ada bengkel mobil dan servis AC.

"Tidak pernah ada showroom Metro Motor selama saya berjaga di sini. Tidak tahu kalau dulu ya bang," ucap Opung, petugas parkir ditemui di lokasi.

Dia menyebut di lokasi ini, persisnya di depan Taman Makam Pahlawan dan Fly Over, hanya ada PT Capella. Sisanya tidak ada lagi, kecuali sebelum Ramayana atau sesudah persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Pangeran Hidayat.

"Selain itu, showroom sepeda motor hanya ada di Jalan Nangka. Di sini tidak ada lagi," katanya.

Ketika ditelusuri lagi ke gedung BRI, di sana hanya ada showroom Honda. Sesudah bangunan itu hanya ada toko emas dan rumah makan serta orang berjualan pakaian.

Di seputaran Ramayana sendiri, Liputan6.com hanya menemukan toko obat, toko emas, rumah makan, dan apotik serta sebuah hotel.

"Tak pernah ada dengar Metro Motor," kata petugas parkir di depan BRI.

Sulit Dihubungi

Idris sendiri termasuk pria yang sulit dihubungi. Sejak ditelepon pada Kamis siang, pria yang berbahasa Indonesia dengan logat bahasa Minang ini baru mengangkat telepon pada petang Kamis.

Kepada wartawan, dia menyebut tengah disibukkan dengan melayani konsumen, sehingga tak sempat mengangkat telepon. "Ini saya lagi di kantor (showroom), lagi banyak konsumen," katanya.

Ketika wartawan ingin bertandang ke kantor yang dimaksud, alasan penolakan secara halus kembali keluar dari mulutnya.

"Kalau hari ini saya sibuk, nanti mau mengantarkan pesanan," sebutnya.

Ketika wartawan ingin menyampaikan maksud hanya ingin melihat contoh sepeda motor roda tiga yang ingin dipasarkannya, Idris kembali beralasan.

"Besok (Jumat, 10 Februari 2017) saja, sekitar jam 10 datang ke samping BRI sebelum Ramayana," katanya.

Hanya saja ketika dihubungi esoknya sekitar pukul 10.00 WIB, Idris kembali tak mengangkat telepon genggamnya. Komunikasi baru terjalin sekitar pukul 13.30 WIB. Diapun kembali menolak secara halus untuk bertemu dengan alasan tengah di Kantor Samsat.

"Saya lagi di Samsat, ada yang lagi diurus. Nomor abang saya simpan, nanti saya hubungi lagi," katanya.

Ketika wartawan ingin mendatanginya ke Samsat, Idris kembali berkelit dengan alasan masih sibuk dengan urusan pemasaran.

"Nanti saya hubungi, nomor abang saya simpan," katanya.

Sejak adanya pemberitaan distributor sepeda motor roda tiga, Idris menjadi buruan beberapa wartawan dan warga yang ingin memastikan kehadiran sepeda motor dimaksud. Hanya saja, belum ada yang berhasil menemuinya.

Pemberitaan beberapa hari belakangan, sepeda motor tiga roda ini berkonsep mewah dilengkapi fasilitas layaknya mobil. Ada air conditior condioner, audio, dan beberapa kelengkapan lainnya.

Distributor yang diketahui Metro Motor itu menamakannya City Car, namun dengan merk Hods. Body motor City Car ini juga disebut sangat mirip mobil denganada atap, dinding, dan jendela.

Idris sang pemilik Metro Motor menyebut sepeda motor roda tiga ini produksi Jepang.

Artikel Selanjutnya
Ditinggal Mudik, Ratusan Rumah Terbakar
Artikel Selanjutnya
Berani Berlebaran di Bekas Kampung Kumuh Ini?