Sukses

Hangatkan Pagi di Cirebon dengan Kuliner 'Racun' Wali Sanga

Liputan6.com, Cirebon - Ada makanan kesukaan Wali Sanga yang kerap tersaji di pagi hari di hampir setiap sudut Kota Cirebon, Jawa Barat. Makanan itu bisa menjadi penghangat tubuh dari udara dingin yang menyelimuti Cirebon di pagi hari.

Apalagi aktivitas pagi biasanya dimulai dengan berolahraga di salah satu kawasan pantura tersebut, maka wisata kuliner bisa menjadi agenda berikutnya untuk mengisi perut yang kosong.

Kuliner dimaksud itu adalah kuliner legendaris Cirebon bernama Docang. Sajiannya begitu menggoda. Paduan lontong diiris kecil, ditaburi parutan kelapa muda, irisan daun singkong, dan dicampur dengan toge yang telah direbus.

Kemudian paduan itu disiram kuah panas yang berisi dage (sejenis oncom yang dihancurkan). Sajian Docang itu benar-benar menggugah selera makan Anda usai aktivitas di pagi hari

Sajian Docang yang hangat ini menjadi salah satu menu populer pilihan warga di pagi hari. Selain hangat, hidangan ini juga terbilang sehat dan menyehatkan. 

Sayur mayur yang berada di dalam menu docang ini menjadi salah satu alasan mereka menjadikan makanan favorit. "Sehat tidak banyak lemak karena banyak sayurnya mas," kata salah seorang pengunjung, Hadi.

Bagi Hadi, menyantap Docang di pagi hari lebih terasa nikmat, terutama setelah berolahraga. Menurut dia, semua Docang di Cirebon memiliki citra rasa yang sama. "Banyak penjual Docang di Cirebon dan semuanya sama-sama enak kok. Apalagi kalau habis olahraga," kata Hadi. 

Docang Cirebon, Kuliner Kesukaan Para Wali Songo
Docang khas Cirebon yang sebagian besar merupakan usaha turun temurun ini memiliki sejarah istimewa. Konon, kuliner tradisional ini merupakan makanan kesukaan para Wali Sanga, penyebar agama Islam di Pulau Jawa dan Nusantara.

Salah seorang penjual Docang Cirebon, Mang Taro menceritakan sejarah Docang kepada Liputan6.com. Allkisah, saat itu ada seorang pangeran yang sangat membenci para wali karena menyebarkan agama Islam di pelosok Jawa. Pangeran itu berencana untuk meracuni para wali.

Pangeran itu membuat jenis makanan baru dari sisa-sisa makanan para sultan yang kemudian disebut Docang. Makanan itu dia hidangkan ke para wali yang sedang berkumpul di Masjid Agung Keraton Cirebon. Ajaibnya, racun yang dicampurkan ke dalam Docang itu tidak berpengaruh.

"Bahkan, setelah memakan Docang itu, para wali justru menyukai masakan  tersebut," kata Mang Taro.

Dari cerita tersebut, Docang kemudian menjadi makanan asli Kota Cirebon karena dikenal sebagai makanannya para Wali Sanga. Apalagi kalau menjelang puasa dan Maulid Nabi Muhammad SAW, pedagang Docang pasti banyak berjualan di sekitar Masjid Agung dan keraton.

 

Artikel Selanjutnya
15 Makanan Khas Cirebon Ini Bertahan dari Gempuran Junk Food
Artikel Selanjutnya
3.000 Pesepeda Ramaikan Gowes Pesona Nusantara di Demak